Cantik Bunganya, “Cantik” Khasiatnya
PATRAKOMALA merupakan bunga khas Kota Bandung. Perdu tegak dengan tinggi 2-4 meter ini, banyak tumbuh di Kota Bandung sebagai tanaman pinggir jalan dan tanaman hias. Bunganya yang berwarna merah dan kuning, mirip dengan buntut burung merak yang sedang dikembangkan.
Patrakomala (Caesalpinia pulcherrima) yang berasal dari Amerika Selatan ini disebut juga kembang merak, merak-merakan, patramenggala, merak ngigel atau kembang abang. Buah polongnya yang berbentuk pipih dengan panjang 6-12 cm dan dapat dimakan, menyebabkan patrakomala disebut juga dengan bunga kacang.
Patrakomala yang indah, ternyata mempunyai banyak manfaat untuk penyembuhan. Bunganya mengandung tanin, gallic acid, benzoic, acid dan resin. Daunnya mengandung alkaloid, saponin, tanin, glucoside dan calsium okdalat. Kulitnya mengandung plumbagin, lumbagol, zat samak, alkaloid, saponin, tanin dan calsium okdalat.
Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai pengobatan, adalah bunga, kulit kayu, akar, daun dan buah. Bunganya digunakan untuk mengatasi haid tidak lancar, luka terpukul, panas, kejang panas pada anak dan mata merah. Kulit kayu digunakan untuk mengatasi diare. Akar digunakan untuk kejang panas pada anak dan demam. Daun untuk perut kembung, hepatitis, sariawan, demam dan penyakit kulit. Sedangkan buahnya digunakan untuk mengatasi diare dan disentri.
Beberapa ramuan yang Ki Suta dapatkan, antara lain untuk penyakit kejang panas pada anak, panas, diare akut, perut kembung, sariawan dan hepatitis.
Kejang panas pada anak: Lima kuntum bunga patrakomala, 1/4 genggam daun patrakomala, tiga jari akar dan tiga jari kulit batang patrakomala. Semua bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus. Tambahkan air garam secukupnya ke dalam hasil tumbukan, kemudian gunakan untuk menggosok leher, punggung dan kaki anak.
Panas: Bunga patrakomala diseduh, minumkan kepada penderita.
Diare akut: Kulit batang patrakomala ditumbuk halus, tambahkan air sebanyak satu gelas anggur. Minumkan kepada penderita.
Perut kembung: Daun patrakomala, alang-alang dan bawang putih. Tumbuk halus semua bahan sampai menjadi bubur. Oleskan ke perut yang kembung.
Sariawan: Daun patrakomala digodok. Gunakan air godokan untuk kumur-kumur. Hepatitis: Daun patrakomala dibersihkan, kemudian digodok. Minum air godokan tersebut.
Ki Suta ingatkan, wanita hamil dilarang minum ramuan yang menggunakan daun, bunga, akar atau kulit patrakomala.***Ki Suta - kisuta.com


