Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Air Zam Zam (2)

Zammazamma, Keberkahan Itu pun Berkumpul

Selasa, 12 Februari 2013

DARI referensi yang saya peroleh, air zam zam berasal dari sumur gali yang letaknya di tengah-tengah padang pasir, tepatnya Wadi Ibrahim yang berada di sekitar Masjidil Haram, Mekah. Sumur zam zam yang sekarang ada, merupakan sumur yang digali oleh Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad SAW. 

Keberadaan air zam zam sendiri tak lepas dari kisah istri Nabi Ibrahim, yaitu Siti Hajar yang mencari air untuk anaknya, Ismail. Dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Ahadits Al-Anbiya’ diriwayatkan, setibanya Nabi Ibrahim AS di Makkah bersama Siti Hajar dan putra mereka, Ismail, dia meninggalkan mereka berdua tanpa siapa pun. Saat itu, Siti Hajar hanya membawa sebuah kantong kecil yang terbuat dari kulit berisi air, sehingga tidak heran kalau isinya cepat habis. Setelah persediaan air habis, Ismail mulai menangis. Tak tahan mendengar tangisan Ismail, Siti Hajar menutup telinganya dan segera pergi mencari air. Mula-mula dia mendaki Bukit Shafa kemudian turun menuju Bukit Marwa. Dia bolak-balik melakukan perjalanan antara Shafa dan Marwa sebanyak tujuh kali seperti ritual sa’i yang disyariatkan sesudahnya. 

Saat sampai di Bukit Marwa pada kali terakhir, tiba-tiba dia mendengar suara yang berujar, “Tolonglah jika ada kebaikan pada dirimu”. Ternyata pemilik suara itu adalah Malaikat Jibril yang menghentakkan tumitnya di lokasi tempat sumur Zamzam sekarang berada. Seketika, air memancar dari perut bumi. Dengan sigap, Siti Hajar menumpukkan pasir di sekelilingnya untuk menjaga aliran air sambil berteriak, “Zammazamma, zammazamma!” yang dalam bahasa Suryani artinya ”berkumpullah’. 

Kembali pada keistimewaan sumur zam zam. Pada tahun 1971, Raja Faisal memerintahkan Menteri Pertanian dan Sumber Air untuk mengirimkan sampel air Zamzam ke laboratorium-laboratorium di Eropah untuk diteliti. Tariq Hussain, seorang insinyur kimia yang bekerja di Instalasi Pemurnian Air Laut untuk diminum di Kota Jedah, mendapat tugas untuk menyelidiki sumber air zam zam. 

Pada saat memulai tugasnya, Tariq belum mempunyai gambaran, seperti apa bentuk sumur air zam zam yang bisa menyimpan air begitu banyak dan seperti tidak ada batasnya. Ketika sampai di sumur tersebut, amat tercengang menyaksikan bahwa ukuran sumur itu hanya 18 x 14 feet saja atau sekitar 5 x 4 meter. Tariq tak bisa membayangkan, bagaimana sumur sekecil ini bisa mengeluarkan jutaan galon air setiap musim hajinya. 

Tariq mulai mengukur kedalaman air sumur dengan meminta asistennya masuk ke dalam sumur. Ternyata air sumur itu hanya mencapai sedikit di atas bahu asistennya yang tinggi tubuhnya 5 feet 8 inci. Lalu dia menyuruh asistennya untuk memeriksa, apakah mungkin ada cerukan atau saluran pipa di dalamnya. Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, ternyata tak ditemukan apapun. 

Tariq semula menduga, sumur disuplai air dari luar melalui saluran pompa berkekuatan besar. Namun Tariq tidak melihat turun-naiknya permukaan air secara tiba-tiba dan juga tak ditemukan ada-alat yang bisa mendatangkan air dalam jumlah besar. 

Masih penasaran, Toriq meminta asistennya masuk lagi ke dalam sumur, siapa tahu ada temuan menarik yang bisa menjawab rasa penasarannya. Tanda tanya di kepala Toriq akhirnya terjawab ketika asistennya berteriak, ”Alhamdulillah. Saya temukan dia, pasir halus menari-nari di telapak kakiku. Air keluar dari dasar sumur”. 

Untuk menguatkan penemuan itu, sang asisten diminta berputar mengelilingi sumur saat berlangsung pemompaan air untuk dialirkan ke tempat pendistribusian air. Debit air yang keluar di setiap titik, sama besar. 

Satu lagi yang membuat Toriq terkesima, ternyata semua sumur yang berada di sekitar Mekah atau di sekitar sumur zam zam, dalam keadaan kering. Ini artinya, hanya sumur zam zam yang penuh air. Allahu Akbar. Jika Allah menghendaki, apapun bisa terjadi.* Ati Suprihatin-kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya