Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Meredith Olafson

Melahirkan 11 Bayi Milik Perempuan Lain

Kamis, 14 Februari 2013

SAYA mempunyai satu orang anak perempuan yang sekarang berusia 12 tahun. Ketika melahirkan dia, saya mengalami situasi yang akhirnya membuat saya sempat trauma. Mungkin bukan hanya saya yang mengalami kesulitan saat melahirkan secara normal, saya yakin ada perempuan lain yang mempunyai pengalaman sama seperti saya.

Merujuk pengalaman saya tersebut, saya begitu tercengang ketika mengetahui ada seorang perempuan yang mampu melahirkan 15 anak. Apalagi 11 di antaranya bukan anak yang berasal dari janinnya sendiri, melainkan janin dari perempuan lain yang dititipkan di rahimnya. Siapa perempuan “perkasa” tersebut?

Perempuan tersebut bernama Meredith Olafson, saat ini berusia 47 tahun. Perempuan asal Fargo, North Dakota, Amerika Serikat ini telah melahirkan 2 pasang bayi kembar 3, sepasang bayi kembar 2, serta 3 bayi yang lahir sendiri-sendiri. Sedangkan yang berasal dari sel telurnya sendiri, hanya 4 bayi.

Mengenai bayi-bayi yang dititipkan di rahimnya, Olafson mengakui bahwa dirinya menyewakan rahimnya. Namun apa yang dilakukannya ini, bukan semata alasan komersial. Lebih banyak karena alasan kemanusiaan. ”Saya senang mempunyai anak, karena saya merasa sedih jika melihat ada perempuan yang tidak bisa mempunyai anak karena rahimnya bermasalah,” ujarnya.

Dengan alasan itulah, Olafson terbersit di pikirannya untuk menyewakan kandungannya bagi perempuan-perempuan yang tidak beruntung itu. "Saat kamu melihat wajah para orangtua itu, saat melihat USG (ultrasonografi) untuk pertama kalinya dan melihat jantungnya berdetak, atau bahkan mendengarnya, itu sangat tidak ternilai harganya," kata Olafson seperti dikutip dari MSNBC.

Kebahagiaan para orangtua yang menitipkan bayi ke rahimnya adalah kebahagiaan juga bagi Olafson, jauh melebihi honor yang diterimanya sebagai ibu pengganti atau surrogate mother. Biasanya ibu pengganti dibayar sekitar Rp 2,3 miliar sekali hamil, namun Olafson mengaku tidak memasang tarif semahal itu.

Alasan lain yang mendorong Olafson untuk menyewakan rahim adalah kemampuan fisiknya dalam menjaga kehamilan. Selama ini, ia tidak pernah mengalami morning sickness atau mual-mual di pagi hari, bahkan masih bisa tetap bekerja hingga beberapa hari sebelum melahirkan.

Selain itu, Olafson hampir selalu melahirkan setiap anaknya dalam proses yang tebilang singkat sejak kontraksi hingga anaknya keluar. "Yang paling lama adalah kelahiran anak perempuan tertua saya, yakni 1 jam 15 menit. Anak kedua yang juga perempuan hanya 30 menit, sedangkan 2 anak terakhir cuma butuh waktu 20 menit," kata Olafson bangga.

Sebagai ibu pengganti, Olafson menyadari bahwa orangtua asli dari bayi-bayi yang dikandungnya adalah pemilik embrio atau sel telur yang sudah dibuahi sperma. Ia hanya menyewakan rahim untuk tempat tumbuh calon bayi, sehingga secara biologis ia tidak berhak mengklaim anak-anak itu sebagai anaknya.* Ati Suprihatin-kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya