Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Jasad Wanita Buruk Rupa

150 Tahun Melanglangbuana "Main" Sirkus

Rabu, 20 Februari 2013

SETELAH 150 tahun “dipamerkan”, akhirnya jasad wanita yang disebut-sebut sebagai manusia buruk rupa, dimakamkan di kota kelahirannya, Sinaloa de Leyva, Mexico. Meskipun Julia Pastrana wafat tahun 1863, namun jasadnya baru-baru ini dibawa ke tanah kelahirannya untuk dimakamkan.

Menurut data dari berbagai sumber yang diperoleh kisuta.com, Pastrana memiliki kelainan berupa pertumbuhan rambut yang tidak wajar, hingga ke bagian wajah. Kelainan ini membuat penampilan fisiknya menjadi aneh sebab wajahnya ditumbuhi rambut, sehingga dirinya dijuluki manuasi kera. Pertumbuhan jaringan gusi Pastrana juga tidak normal yang disebut gingival hyperplasia, sehingga wanita ini memiliki rahang yang sangat tebal. Karena kelainannya itu, Pastrana bergabung dengan grup sirkus. Semasa hidupnya wanita ini telah berkeliling untuk menghibur orang.

Walupun buruk rupa, Pastrana menikah dengan seorang pria bernama Theodore Lent, yang merupakan pimpinan rombongan sirkus. Pastrana selalu tampil dalam berbagai atraksi sirkus yang dipimpin suaminya. Wajahnya yang buruk menjadi daya tarik bagi grup sirkus tersebut.

Ketika melahirkan anak hasil pernikahan dengan Theodore Lent, Pastrana meninggal dunia. Anak yang dilahirkannya memiliki kelainan seperti Pastrana. Beberapa hari setelah sang ibu meninggal, anak laki-laki yang diberi nama Nahas itupun menyusul, meninggal dunia. Ternyata, jenazah ibu dan anak ini tidak langsung dikuburkan oleh Theodore Lent. Suami sekaligus ayah dari kedua jenazah itu, justru membalsem jenazah dan membawanya keliling dunia untuk ditampilkan dalam pertunjukan sirkusnya. Selama beberapa dekade, jasad Pastrana dan putranya pun berpindah tangan hingga akhirnya berakhir di tangan Universitas Oslo di Norwegia.

Gubernur Sinaloa, Mario Lopez yang mendengar kisah manusia buruk rupa yang berasal dari Sinaloa itu, melobi pemilik jasad Pastrana untuk dipulangkan ke kampungnya dan dimakamkan dengan layak. “Bayangkan bagaimana ejekan dan kekejaman dari orang lain yang harus dihadapinya dan bagaimana dia mengatasinya. Ini merupakan kisah yang sangat membanggakan,” ujar Gubernur Sinaloa, Mario Lopez

Saat jasad Pastrana tiba di Kota Sinaloa de Leyva, Selasa, 12 Februari 2013, penduduk lokal berbondong-bondong ingin memberikan penghormatan terakhir. Jasad Pastrana dimasukkan ke dalam peti putih yang dihiasi rangkaian bunga mawar putih. Penghormatan yang sangat indah untuk si “buruk rupa”.* Ati Suprihatin-kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya