Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan
Bungur Kecil

“Si Cantik” yang Dapat Hentikan Batuk Darah

Rabu, 27 Februari 2013

BUNGUR kecil (Legerstroemia indica L) atau biasa disebut bungur jepang. Perdu atau pohon kecil dengan tinggi antara dua hingga tujuh meter ini, meskipun tumbuh liar di tebing dan tepi hutan, namun di Indonesia lebih dikenal sebagai tanaman hias.

Berasal dari Cina, bungur kecil memiliki daya tarik karena bunganya yang berbentuk malai pancang, tumbuh berkumpul di ujung batang dengan warna merah muda. Warna lain dari bunga yang tepinya bergelombang ini, adalah putih dan ungu. Oleh karena bentuknya dan warnanya yang indah, bungur kecil pantas disebut sebagai “si cantik”.

Bungur kecil merupakan tanaman bercabang melengkung dengan kulit pohon berwarna coklat, halus dan sedikit berkilat. Daunnya tunggal, bertangkai pendek dan tumbuh berseling. Warna daun hijau tua dan agak mengkilat.

Bungur kecil yang oleh sebagian masyarakat sering disebut sebagai bunga sakura ini, mempunyai buah yang bentuknya agak bulat. Secara keseluruhan, tumbuhan ini mempunyai sifat kimiawi dan efek farmakologis seperti agak pahit, merangsang sirkulasi, anti radang, peluruh kencing (diuretik) dan menetralisir racun. Bunga, daun dan kulit kayunya bersifat purgative.

Kandungan kimia yang ada dalam daun bungur kecil antara lain decamine, lagerstroemine, lagerine dan decodine. Sedangkan pada akar antara lain sitosterol. Untuk pengobatan, bagian tanaman yang digunakan adalah bunga, akar, kulit kayu dan daun. Biasanya, bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan, sebelum digunakan dicuci bersih dan dijemur. Cara ini bermanfaat untuk penggunaan jangka panjang.

Beberapa penyakit yang dapat diatasi dengan bungur kecil, adalah hepatitis, sakit kuning, disentri, sakit perut, keputihan, batuk darah, berak darah, pendarahan sehabis melahirkan dan luka berdarah.

Oleh karena sifat hemostatik atau menghentikan pendarahan yang dikandungnya, otomatis bungur kecil lebih banyak digunakan untuk mengatasi penyakit yang erat kaitannya dengan darah. Bungur kecil pun dapat digunakan untuk penyakit luar seperti patah tulang, koreng, abses, bisul dan radang payudara.

Untuk mengobati penyakit dalam, biasanya bagian dari tumbuhan bungur kecil digodok dan penggunaannya dengan cara diminum. Sedangkan untuk penyakit luar, bagian tumbuhan dari bungur kecil digodok dan airnya digunakan untuk mencuci bagian tubuh yang sakit. Atau untuk penyakit luar ini, bagian tumbuhan bungur kecil yang telah dikeringkan ditumbuk sampai menjadi bubuk dan digunakan dengan cara dibuat menjadi pasta, kemudian dibalurkan ke bagian tubuh yang sakit. Berikut Ki Suta berikan beberapa ramuan bungur kecil untuk beberapa penyakit.

Batuk darah: 30 gram akar bungur kecil digodok dengan 200 cc air sampai tersisa 80 cc. Minum ramuan ini dua kali sehari. Setiap minum cukup 40 cc saja. Ramuan ini dapat juga digunakan untuk mengatasi muntah darah dan berak darah.

Eksim: Akar atau daun bungur kecil secukupnya dicuci bersih. Godok dengan air dan gunakan untuk mencuci bagian yang sakit.

Bisul: Akar atau bunga bungur kecil dikeringkan. Kemudian digiling menjadi bubuk. Tambahkan arak putih secukupnya ke dalam bubuk tersebut dan aduk sampai menjadi pasta atau bubur. Oleskan ke bagian yang sakit. Untuk mempercepat penyembuhan, ramuan luar tersebut sebaiknya dipadukan dengan ramuan yang diminum. Ramuan yang diminum diambil dari air godokan 30 gram akar bungur kecil. Kedua ramuan ini dapat juga digunakan untuk mengatasi penyakit koreng.

Disentri: Daun atau akar bungur kecil secukupnya, digodok dan setelah dingin airnya disaring kemudian diminum. Disentri akut: Akar dan daun bungur kecil masing-masing 15 gram, digodok. Setelah dingin disaring, kemudian diminum.

Bagi yang sedang hamil, Ki Suta ingatkan untuk tidak menggunakan tanaman obat ini.* Ki Suta-kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya