Piramida Raksasa di Dasar laut, Tempat Suci Bangsa Atlantis
SEGITIGA Bermuda selalu mengundang rasa ingin tahu karena misteri yang menyelimutinya. Segitiga Bermuda atau Bermuda Triangle, kadang-kadang disebut juga Segitiga Setan merupakan wilayah lautan di Samudra Atlantik. Luasnya 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara bermuda.
Segitiga Bermuda menjadi sangat misterius karena setiap ada kapal maupun pesawat yang hilang di wilayah ini, selalu dikait-kaitkan dengan hal-hal mistis. Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika kapal lautnya melintasi area Segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya, Colombus menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.
Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari Associated Press. Jones menulis mengenai peristiwa hilangnya kapal terbang dan kapal laut di area tersebut secara misterius. Selanjutnya, kawasan ini disebut juga sebagai Segitiga Setan.
Kemisteriusan Segitiga Bermuda masih berlangsung hingga kini. Belum lama ini, beberapa ilmuwan Amerika, Perancis, dan negara lainnya yang sedang melakukan survei di dasar laut Segitiga Bermuda, menemukan piramida berdiri tegak di dasar laut. Selama ini belum pernah ada penjelajah maupun ilmuwan yang mengungkapkan keberadaan piramida di dasar laut Segitiga Bermuda. Yang menakjubkan, ukuran piramida tersebut diperkirakan lebih besar dari piramida yang ada di Kairo, Mesir. Jarak antara ujung piramida dengan permukaan laut sekitar 500 meter. Di ujung piramida ada dua rongga yang sangat besar. Jika air laut dengan kecepatan tinggi melalui lubang ini, akan membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan di sekitarnya membentuk ombak dahsyat.
Penemuan terbaru ini membuat para ilmuwan takjub. Bagaimana orang dulu membangun piramida di dasar laut dengan ombak yang menggelora? Sejumlah teori bermunculan untuk menggambarkan bagaimana piramida ada di dasar laut Segitiga Bermuda. Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat di atas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, sehingga piramida tersebut tenggelam ke dasar laut seiring dengan perubahan di darat.
Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda mungkin pernah sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan piramida di dasar laut tersebut kemungkinan merupakan gudang mereka. Ada juga yang berpendapat bahwa piramida yang ditemukan itu merupakan tempat suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya.
Mungkin pendapat Master Li Hongzhi dalam buku “Zhuan Falun” yang memaparkan tentang penemuan peradaban prasejarah, dapat menjelaskan penyebab keberadaan piramida di dasar laut Segitiga Bermuda. Menurutnya Master Li Hongzhi, “Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental’.

Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai sekarang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang , sudah bersejarah puluhan juta tahun. Di banyak dasar laut di dunia ini, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah. Tentunya bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern. Jadi bisa dipastikan bangunan tersebut telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut”.
Penjelasan Master Li Hongzhi rasanya bisa diterima secara ilmiah, sehingga misteri asal mula piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan.*Ati Suprihatin-kisuta.com


