Keindahannya Diyakini Karena Roh yang Menghuninya
SIAPA tak kenal Danau Kelimutu? Danau yang berada di puncak Gunung Kelimutu, Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu. Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur ini terkenal karena airnya mempunyai warna yang berbeda, merah, putih, dan biru. Warna-warna airnya kerap berubah, seperti warna merah menjadi coklat marron dan terkadang hitam. Perubahan warna ini dipengaruhi beberapa faktor, seperti aktivitas vulkanik gunung, pembiasan cahaya matahari, dan karena adanya biota air tertentu.
Keindahan danau ini pertama kali ditemukan oleh Van Such Telen, orang Belanda pada tahun 1915. Danau ini semakin dikenal oleh masyarakat setelah orang Belanda lainnya, yaitu Y. Bouman melukiskan keindahannya pada tahun 1929. Danau ini masuk menjadi Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak tanggal 26 Februari 1992.
Seperti halnya kawasan wisata lainnya, selalu ada cerita di balik keindahannya. Begitu juga dengan Danau Kelimutu, diselimuti misteri berbau mistis. Masyarakat meyakini bahwa di danau ini bersemayam banyak roh. Danau berwarna biru yang bernama “Tiwu Nuwa Muri Koo Fai” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal. Danau yang berwarna merah atau “Tiwu Ata Polo” merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama hidupnya selalu melakukan kejahatan. Sedangkan danau berwarna putih atau “Tiwu Ata Mbupu” yang menjadi tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orangtua yang telah meninggal.

Terlepas dari cerita mistis yang dimiliki Danau Kelimutu, danau ini memang benar-benar indah dan menarik. Waktu yang tepat untuk menikmati keindahan danau ini, adalah pagi hari karena saat siang sampai menjelang sore kabut menyelimuti danau tersebut.* Ati Suprihatin-kisuta.com


