Memiliki 84 Km Rak yang Sarat Perkamen dan Dokumen dari Abad ke-8
DALAM film "Angel & Demon" berdasarkan novel karya Dan Brown, Arsip Rahasia Vatikan (Archivum Secretum Vaticanum) digambarkan sebagai gabungan teknologi tinggi antara Pentagon dan sarang James Bond, lengkap dengan kaca anti peluru dan desiran elevator dari baja.
Namun, pada kenyataannya, tempat arsip tersebut hanya mengandalkan
teknologi kuno, dengan lift logam yang berderit menghubungkan kedua
lantai dari sebuah labirin luas dari koridor dan tangga, berisi jutaan
dokumen dalam 1.300 perkamen terikat yang tersimpan sejak
berabad-abad.
Sementara perhatian semua terfokus pada konklaf untuk memilih Paus
yang baru, di bawah jalan dan lapang rumput Pigna Courtyard Vatikan
ada dunia bawah tanah yang cukup ramai.
Di sini lebih dari 50 mil (84 km) rak yang sarat dengan perkamen dan
kertas menguning berasal dari abad kedelapan. Di tengahnya ada sebuah
kubus beton yang dikenal sebagai 'Bunker'.
Di dalam kompleks ini tersimpan harta tak ternilai: buku besar dari
keluarga bangsawan Romawi, register kepausan, korespondensi diplomatik
dan dokumen pengadilan gerejawi, jutaan lembar kertas perkamen dan
dikemas dengan cerita dari Paus dan kaum bidat, juga pertempuran dan
penemuan geografis yang mengubah dunia.
Di antara harta yang tak ternilai itu termasuk dokumen 1585 dari
nuncio (duta kepausan) dalam peringatan Lisbon atas ancaman Sir
Francis Drake, surat dari Mary, Ratu Skotlandia, beberapa minggu
sebelum dieksekusi, dan perkamen dari Inggris, lengkap dengan 81 segel
resmi, yang mempertanyakan mengapa Paus begitu lama untuk membatalkan
pernikahan Raja Henry VIII dengan Catherine dari Aragon.
Juga tersimpan dokumen mengenai pengucilan Martin Luther oleh kepausan
dan dokumen dari pengadilan Galileo.
"Film Angels & Demon karya Dan Brown benar-benar menaikkan beban kerja
kami," lelucon Marco Grilli, sekretaris prefektur arsip di Vatikan
kepada Mail Online.
"Kami telah menerima ratusan permintaan kunjungan dari orang-orang
yang berpikir mereka akan mengungkap apa yang dirahasiakan,"
tambahnya.
Menurutnya, permintaan yang sering diajukan adalah tentang Cawan Suci
(Holy Grail) dan Ksatria Templar, tetapi hanya sedikit dari mereka
yang diberi akses mengenai hal itu.
Sejarah resmi Arsip Vatikan bermula dari tahun 1612, saat lembaga ini
didirikan oleh Paus Paulus V, meskipun pencatatannya berusia lebih
jauh lagi. Awalnya bertempat di tiga kamar, selama berabad-abad dan
telah diperluas hingga 400 kali lipat.
"Paus Leo XIII telah mengajarkan kita pentingnya studi sejarah ketika,
pada 1881, ia memutuskan untuk membuka arsip-arsip itu untuk para
peneliti dari seluruh dunia, " kata sekretaris jenderal Perpustakaan
Vatikan, Luca Carboni.
Mungkin sebagai akibat ketertarikan yang dibuat novelis Dan Brown,
tahun lalu Vatikan mengambil langkah yang belum pernah terjadi
sebelumnya ketika menempatkan 100 dokumen yang paling penting pada
layar publik di museum di Roma.
Namun demikian, beberapa item masih ketat untuk dirahasiakan, termasuk
catatan dari pontifikat kontroversial Paus Pius XII, yang meliputi
Perang Dunia II dan awal Perang Dingin.* Aya-kisuta.com


