Banyak Makan Daging Olahan Berisiko Mati Muda
DAGING sangat baik bagi manusia, karena mengandung zat besi, seng dan selenium, vitamin grup B, vitamin D, asam lemak Omega 3, dan protein yang dibutuhkan manusia. Memang, mengonsumsi daging jangan berlebihan karena kalau berlebihan tidak baik bagi tubuh dan bisa mengundang datangnya penyakit.
Daging yang dikonsumsi sebaiknya daging segar, karena kualitas gizinya masih terjamin. Sayangnya, banyak orang lebih menyukai mengonsumsi daging olahan, seperti sosis, bakso, dan ham. Padahal, terlalu sering mengonsumsi daging olahan, berisiko tinggi mati muda.

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Eropa menyarankan untuk memakan daging olahan hanya 20 gram perhari. Mengapa harus dibatasi? Karena daging olahan yang dikonsumsi dibuat dari daging bekas atau sisa-sisa daging hewan yang tidak laku dijual dalam bentuk utuh. Selain itu, dalam makanan daging olahan mengandung banyak lemak yang tidak baik untuk kesehatan. Bahayanya, lemak tersebut bisa memicu masalah penyumbatan pembuluh darah sehingga bisa menyebabkan kematian.
“Pria dan wanita yang suka makan daging olahan sama saja memperpendek usia mereka, sebab mereka berisiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular dan kanker,” papar peneliti, seperti yang dikutip dari Daily Mail yang terbit pada Kamis, 7 Maret 2013.
Penelitian tentang bahaya makanan daging olahan ini melibatkan 26.344 responden. Responden yang dibiarkan menikmati sosis 160 gram sehari, diketahui mempunyai risiko 72 persen meninggal karena penyakit jantung. Selain itu para peneliti yang telah melaporkan hasil penelitiannya pada jornal BMC Medicine ini, juga menemukan, orang yang suka makan daging olahan biasanya tidak suka makan sayur sehingga pola makan mereka menjadi tidak sehat.
Setelah mengetahui risiko jika terlalu banyak mengonsumsi makanan daging olahan, tentunya Anda akan lebih hati-hati lagi memilih makanan, terutama untuk sang buah hati.* Ati Suprihatin-kisuta.com


