Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan

Minum Kopi Perkecil Risiko Diabetes Tipe 2, Kanker, Parkinson, Pikun, Depresi

Selasa, 12 Maret 2013

KOPI tak selamanya berdampak negatif bagi kesehatan, ada dampak positif dari minuman yang identik dengan pengusir kantuk ini. Di balik kenikmatan minum kopi, ternyata kopi baik juga untuk kesehatan.

Banyak orang minum kopi karena kandungan kafeinnya yang bisa mengusir kantuk. Meskipun pada beberapa orang, minum kafein berlebihan bisa menyebabkan kecemasan dan insomnia. Padahal selain kandungan kafeinnya yang sangat terkenal, kopi mengandung antioksidan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan antioksidan dalam kopi lebih kuat dibandingkan sumber lain. Berikut ada sejumlah penelitian yang dilakukan di beberapa negara berbeda tentang manfaat kopi. Semoga Anda bisa mengambil manfaat dari informasi ini.

1. Kopi dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2

Banyak hasil penelitian yang telah menunjukkan bahwa peminum kopi tanpa gula, kecil kemungkinannya mengembangkan diabetes tipe 2. Menurut hasil penelitian, wanita menopause yang minum setidaknya empat cangkir kopi sehari, memiliki risiko kurang dari setengah untuk mengembangkan diabetes tipe 2. Bahkan, setiap cangkir tambahan diperkirakan mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 7 persen. Penelitian tersebut telah dilakukan oleh peneliti Australia di tahun 2009 dan telah diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine. Kopi diduga meningkatkan toleransi tubuh terhadap glukosa dengan mempercepat metabolisme dan meningkatkan toleransi insulin. Konsumsi kopi meningkatkan kadar protein yang disebut hormon seks pengikat globulin (SHBG), yang tampaknya menawarkan perlindungan terhadap diabetes tipe 2 pada orang yang memiliki jenis tertentu dari mutasi genetik.

2. Kopi dapat melawan sel kanker

Kopi telah terbukti dapat melindungi tubuh dari kanker tertentu, mungkin dengan meningkatkan perbaikan DNA. Beberapa studi telah menemukan hubungan terbalik antara konsumsi kopi dan risiko kanker hati. Peneliti menemukan manfaat yang sama dari minum kopi dibandingkan bentuk lain dalam pencegahan kanker. Pada tahun 2011, tim Harvard menemukan bahwa perempuan yang minum beberapa cangkir kopi sehari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker endometrium. Studi lain pada tahun 2011 di Harvard melaporkan, pria yang mengonsumsi enam cangkir kopi sehari, memiliki risiko kanker prostat lebih rendah.

Penelitian lain telah mengaitkan minum kopi dengan penurunan risiko kanker usus besar, kanker dubur, kanker mulut, dan kanker kerongkongan. Kopi mengandung ratusan senyawa kimia, di antaranya senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang dapat menurunkan penanda untuk proses kerusakan peradangan. Senyawa antioksidan yang sangat aktif, misalnya methylpyridinium, ditemukan hampir secara eksklusif dalam kopi, karena proses pemanggangan biji kopi. Espresso memiliki 2-3 kali jumlah senyawa antikanker.


3. Kopi dapat menurunkan risiko demensia (pikun)

Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan perubahan otak yang terkait dengan penyakit alzheimer. Tetapi para ilmuwan belajar lebih banyak tentang faktor risiko demensia dan ternyata kebiasaan minum kopi hangat dapat menurunkan risiko pikun. Orang yang mengonsumsi 3-5 cangkir kopi sehari, 65 persen lebih rendah untuk mengembangkan demensia. Para peneliti percaya sifat antioksidan dari kopi dapat bekerja untuk mengurangi bentuk demensia vaskular. Minum kopi sudah dikenal melindungi terhadap diabetes tipe 2, penyakit kronis yang meningkatkan risiko demensia.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan efisiensi penghalang darah otak, menggagalkan efek negatif dari kolesterol tinggi pada fungsi kognitif. Ada juga kemungkinan bahwa peminum kopi hanya memiliki lebih banyak energi dan bergerak lebih. Peneliti menunjukkan bahwa olahraga juga merupakan pelindung terhadap demensia.

4. Kopi melindungi dari penyakit parkinson

Setidaknya untuk pria, tampaknya cukup jelas bahwa kopi membantu menurunkan kemungkinan berkembangnya penyakit parkinson. Orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi berkafein sehari, memiliki risiko 25 persen lebih rendah dari parkinson. Satu hasil studi menemukan bahwa subyek yang melakukan beberapa jenis gen yang disebut GRIN2A, menerima manfaat dari kopi pada saraf yang melawan parkinson.

5. Kopi dapat menurunkan risiko depresi

Menurut hasil studi penelitian Harvard School of Public Health, minum kopi dapat menurunkan risiko depresi. Para peneliti dari Harvard School of Public Health menemukan, orang yang minum empat cangkir kopi atau lebih per hari memiliki risiko depresi 20 persen lebih rendah. Orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir sehari memiliki risiko sekitar 15 persen lebih rendah.

Ada juga beberapa bukti bahwa kopi melindungi pria dari serangan depresi. Kafein dalam kopi diperkirakan merupakan zat yang menyebabkan efek tersebut. Para peneliti Harvard melihat bahwa penurunan serupa dalam depresi di antara orang yang minum minuman ringan berkafein. Reseptor otak yang bereaksi terhadap kafein ditemukan di basal ganglia. Basal ganglia merupakan bagian otak dimana neurotransmitter penting untuk depresi terkonsentrasi. Stimulasi reseptor secara berulang dapat membantu melindungi terhadap perkembangan depresi.

Terlepas dari manfaatnya bagi kesehatan, memang sebaiknya mengonsumsi kopi secukupnya saja dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan Anda. Apa pun jika berlebihan, tidak akan baik.* Ati Suprihatin-kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya