Bocah Berusia 8 Tahun Menikahi Wanita 61 Tahun
KETIKA presenter kondang, Raffi Ahmad menjalin hubungan cinta dengan penyanyi Yuni Shara, kontan penggemar Raffi Ahmad protes dan menyatakan ketidaksetujuannya. Maklum saja, usia keduanya terpaut jauh, usia Yuni Shara 14 tahun lebih tua.
Memang pasangan beda usia sering mengundang kontroversi, terutama jika wanitanya lebih tua. Bagaimana reaksi Anda jika mendengar informasi terbaru dari harian The Mirror, yang memberitakan seorang wanita berusia 61 tahun menikah dengan bocah laki-laki usia 8 tahun. Tentu Anda akan terbelalak dan menyatakan ketidaksetujuan, melebihi terhadap hubungan Raffi Ahmad dan Yuni Shara.
The Mirror terbitan Senin, 11 Maret 2013, memberitakan seorang bocah berusia 8 tahun bernama Senele Masilela telah menikahi seorang wanita berusia 61 tahun bernama Helen Shabangum. Pernikahan beda usia hampir 53 tahun ini terjadi di Tshawane, Afrika Selatan. Pernikahan mereka mungkin yang pertama di Afrika Selatan, karena biasanya mempelai laki-laki yang usianya lebih tua daripada mempelai wanita.
Menilik perbedaan usia yang begitu jauh antara mempelai pria dan wanita, pasti ada penyebab mengapa pernikahan itu dilangsungkan. Memang benar, bukan tanpa alasan jika keluarga Senele Masilela menikahkan bocah kecil itu dengan seorang nenek. Ternyata, pernikahan tersebut atas permintaan sang kakek mempelai pria, yang menginginkan cucunya menikah sebelum dirinya mati.
Sayangnya, sebelum melihat cucunya menikah, sang kakek keburu meninggal dunia. Keluarga yang mengetahui wasiat kakeknya, akhirnya menikahkan Senele Masilela dengan wanita berusia 61 tahun. Mengapa tidak menikahkan sang bocah dengan wanita yang usianya tidak terlalu terpaut jauh? Ternyata, Helen Shabangum merupakan pilihan Senele, tanpa campur tangan keluarga.
“Ini adalah pertama kalinya terjadi dalam keluarga kami. Pernikahan ini adalah amanat dari kakeknya yang meminta Sanele menikah sebelum dirinya meninggal. Kemudian Sanele memilih Helen,” kata keluarga mempelai laki-laki seperti dikutip dari Mirror, Senin (11/3).
Dalam pernikahan ini Sanele memberikan uang kepada mempelai wanita sebesar 500 poundsterling atau sekitar Rp 7,2 juta. Sedangkan untuk biaya pesta pernikahan, mempelai cilik ini memberikan kepada mempelai wanitanya sebesar 1.000 poundsterling atau sekitar Rp 14 juta.
Pernikahan yang mengagetkan warga di Tshwane ini, tidak memiliki ikatan yang sah secara hukum negara. Pernikahan ini dijalankan untuk memenuhi amanat leluhur, karena jika tidak dipenuhi dikhawatirkan akan mendatangkan mara bahaya.
“Dengan melakukan ini kami telah membuat leluhur bahagia. Jika kita tidak melakukan keinginannya maka sesuatu yang buruk akan terjadi dalam keluarga kami,” ujar Kesabaran tentang ritual pernikahan tersebut.
Setelah pernikahan tersebut, baik Senele maupun Helen berhak melanjutkan kehidupanya masing-masing dan tidak ada ikatan pernikahan sama sekali, layaknya sepasang suami istri. Senele pun berharap, saat dewasa nanti dirinya akan menikah lagi. “Ketika saya tua aku akan menikahi seorang wanita seusia saya,” tuturnya.* Ati Suprihatin-kisuta.com


