Perempuan Ama, Penyelam Tangguh Berdada Kosong
JEPANG merupakan negara modern yang masih memelihara teguh tradisinya. Tak heran jika di negeri ini ditemukan perpaduan harmonis antara unsur modern dan tradisional, baik dalam perilaku maupun bangunan-bangunannya.
Di Jepang, ada satu desa bernama Ama, diambil dari kata Ama yang berarti penyelam. Di desa ini hidup perempuan penyelam tradisional. Dikatakan tradisional, karena mereka tidak menggunakan alat-alat modern saat menyelam. Mereka tidak menggunakan tabung oksigen dan alat bantu pernafasan modern. Yang menarik dari perempuan penyelam ini, hingga tahun 1960-an, mereka tidak pernah menggunakan bra alias bertelanjang dada saat menyelam.
Mereka hanya menggunakan pelindung tubuh di bagian perut ke bawah yang dinamakan fundhosi. Meskipun saat ini sebagian besar perempuan penyelam sudah menggunakan pakaian yang lebih lengkap, namun masih ada Ama yang bertelanjang dada.
Menurut berbagai referensi, para perempuan penyelam ini telah ada sejak 2.000 tahun lalu. Hal itu diperkuat dengan bukti-bukti seperti tertulis dalam koleksi puisi “Man’yoshu” dari abad ke-8 dan buku “Sei Shonagon’s” dari abad ke-10.
Para perempuan Ama ini sangat “perkasa”, karena mereka menyelam tanpa alat bantu hingga kedalaman 25 meter atau lebih di bawah laut. Mereka tak hanya mencari ikan, tetapi juga mutiara. Para penyelam ini menjadi tulang punggung keluarga, karena sebagian besar penduduk Desa Ama adalah perempuan.
Keperkasaan perempuan penyelam di Desa Ama, Jepang ini pernah menjadi bagian dari film James Bond “You Only Live Twice” yang diputar pada tahun 1967.* Ati Suprihatin-kisuta.com


