Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah

10.000 Angklung akan Goyang Beijing

Selasa, 26 Maret 2013

SEPULUH ribu angklung akan menggetarkan Kota Beijing, Cina pada akhir Mei 2013 mendatang. Konser kolosal angklung yang sebagian besar dimainkan oleh pelajar, mahasiswa, dan warga masyarakat Cina itu, digagas oleh Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok.

Ketua Umum Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Bondan Gunawan seperti diberitakan Antara, mengatakan, konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya untuk mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Cina.

"Diplomasi itu aspeknya banyak, ada antarpemerintah, antarpelaku bisnis, dan antarmasyarakat. Diplomasi antarmasyarakat terdiri atas bidang budaya, olahraga dan ilmu pengetahuan. Konser kolosal angklung ini merupakan bentuk diplomasi budaya," katanya di Beijing, Sabtu, 23 Maret 2013.

Bondan mengatakan, gagasan untuk menggelar konser kolosal 10 ribu angklung telah dimulai sejak satu hingga dua tahun lalu. Konser akan digelar di lapangan terbuka, dan dimainkan oleh 10 ribu orang yang sebagian besar adalah pelajar, mahasiswa serta warga masyarakat Cina. Namun, ada pula yang berasal dari masyarakat keturunan Tionghoa dari Kalimantan dan Surabaya, sekitar 500 orang yang akan bergabung dalam konser kolosal angklung tersebut.

Konser kolosal 10 ribu angklung juga akan dicatatkan pada Guiness Book of Records. Sebelumnya telah ada konser kolosal 5.000 angklung yang digelar perwakilan Indonesia di Amerika Serikat pada Tahun 2011.

Direktur Saung Angklung Udjo, Taufik Hidayat Udjo mengatakan bahwa konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan bentuk pelestarian alat musik bambu khas Indonesia yang telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia "The Intangible Heritages" UNESCO.

"Syarat untuk dapat bertahan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO adalah warisan budaya dimaksud harus terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan. Jika upaya itu tidak dapat kita lakukan terus menerus, angklung bisa dicabut statusnya sebagai warisan budaya dunia. Maka itu, kita terus berupaya agar angklung tetap terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan ," katanya.

Dalam konser kolosal angklung di Beijing, Mei mendatang selain mengerahkan 10 ribu angklung, Saung Angklung Udjo juga mengirimkan 40 orang untuk ikut terlibat. "Selama konser kolosal angklung itu, akan dilantunkan enam hingga tujuh lagu baik lagu Indonesia maupun Cina, yang akrab di telinga masyarakat masing-masing kedua negara, seperti `Ayo Mama` dari Indonesia atau `Yue Liang Dai Biao Wo De Xin` lagu dari Cina," katanya.

Taufik menambahkan,"Kami juga akan membawakan lagu yang agak sulit seperti lagu dari Queen. Kami ingin menunjukkan bahwa alat musik angklung mampu memainkan aransemen musik yang agak rumit."

Bukan pertama kali

Penampilan angklung di luar negeri, bukanlah yang pertama. Selain yang akan dilakukan di Cina, sebelumnya telah dilakukan di Amerika Serikat tahun 2011. Pada tahun yang sama, di Aljazair dimainkan angklung oleh ibu-ibu dan staf KBRI Aljazair. Selain angklung, ditampilkan pula goyang poco-poco.

Kehangatan musik angklung dan goyang poco-poco itu tergambar dalam penampilan Saung Angklung Udjo di pusat perbelanjaan kesohor di ibu kota Aljier, "Bab Ezzouar Mall. Dalam pertunjukan itu, pemain Saung Angklung Udjo juga mengiringi sejumlah lagu khas Timur Tengah untuk menunjukkan kehebatan alat musik tradisional Indonesia. Pengunjung Bab Ezzouar Mall di hari Jumat yang merupakan liburan akhir pekan di negara itu dibuat terkagum-kagum ketika Saung Angklung Udjo memainkan alunan "Ya Rayeh," lagu rakyat yang sangat populer di kalangan masyarakat Aljazair, katanya. Pagelaran seni budaya Indonesia di Mal Bab Ezzouar itu ditutup dengan sebuah lagu khas Mesir, "Ya Habibi".

Penampilan Saung Angklung Udjo di Bab Ezzouar Mall, mal terbesar di negara Arab di Afrika Utara tersebut, setelah mereka tampil mewakili Indonesia dalam Pameran Warisan Budaya Dunia Non-Benda dari Negara-Negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang berlangsung di Tlemcen pada 22 - 26 Oktober 2011.* Ati Suprihatin-kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya