Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah

Foot Binding, Tradisi yang Membuat Wanita "Cantik" Menderita

Senin, 1 April 2013

MASYARAKAT Cina zaman dulu mempunyai satu tradisi unik bernama “foot binding” atau mengikat kaki para wanitanya sehingga menjadi kecil. Saat itu masyarakat beranggapan bahwa semakin kecil kaki seorang gadis, maka semakin cantik. Tak heran jika panjang kaki seorang gadis saat itu hanya sekitar 10-15 sentimeter saja.

“Foot binding” merupakan tradisi menghentikan pertumbuhan kaki yang dilakukan sejak wanita masih berumur antara empat sampai tujuh tahun. Masyarakat miskin biasanya terlambat memulai pengikatan kaki karena mereka membutuhkan bantuan anak perempuan mereka dalam mengurus sawah dan perkebunan. Tradisi “foot binding” telah membuat para wanita menderita karena harus menahan sakit.

Pengikatan dilakukan dengan cara membalut kaki dengan ketat menggunakan kain sepanjang sepuluh kaki dengan lebar dua inchi. Empat jari kaki dilipat ke bagian bawah kaki dan menarik ibu jari kaki mendekati tumit. Hal ini membuat kaki menjadi lebih pendek. Pembalut kaki semakin diketatkan dari hari ke hari dan kaki dipaksa memakai sepatu yang semakin kecil. Kaki harus dicuci dan dipotong kukunya karena kalau tidak akan membuat kuku-kuku kaki di kaki yang diikat menusuk ke dalam dan menimbulkan infeksi.

Jika balutan terlalu ketat, maka dapat timbul kuku-kuku di kaki yang harus dipotong dengan pisau. Kemudian kaki juga harus dipijat dan dikompres dingin dan panas untuk sedikit mengurangi rasa sakit. Pengikatan kaki membuat siklus darah tidak lancar sehingga dapat membuat daging kaki menjadi busuk dan kaki dapat mengeluarkan nanah.

Tradisi ini dimulai pada masa akhir dinasti Tang (618-907) dan mulai menyebar pada golongan kelas atas sampai pada zaman dinasti Song (960-1297). Pada zaman dinasti Ming (1368-1644) dan Dinasti Qing (1644-1911), budaya mengikat kaki menyebar luas dalam mayoritas. Kelompok yang menghindari adat ini hanyalah bangsa Manchu dan kelompok migran Hakka yang merupakan kelompok paling miskin dalam kasta sosial Cina.

Pada masanya, banyak muncul model-model sepatu “foot binding” untuk bermacam kelas masyarakat, seperti terlihat pada foto-foto. Ada yang dibuat dari kulit, sutra, dan kain blacu biasa.

Tradisi “foot binding” akhirnya dilarang pada Revolusi Sun Yat Sen tahun 1911. Namun kebiasaan mengikat kaki ini telah berlangsung selama sekitar seribu tahun dan telah menyebabkan sekitar satu miliar wanita Cina mengalami pengikatan kaki. Sisa-sisa tradisi “foot binding” masih bisa dilihat pada wanita-wanita tua Cina. Penampilan mereka sangat mudah dikenali dari jalannya dan sepatu yang dikenakannya.* Ati Suprihatin-kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya