Produk Terbaru Pakaian Dalam Anti-perkosaan: Melindungi Meski tak Digembok
TINGGINYA angka perkosaan di India membuat warganya, terutama kaum hawa khawatir. Tak ingin korban perkosaan berjatuhan, tiga orang mahasiswa teknik dari Chennai, India tergerak menciptakan pakaian dalam perempuan anti-pemerkosaan berupa lingerie. Pakaian dalam ini lebih canggih dan praktis daripada pakaian dalam anti-perkosaan yang pernah ada di Indonesia, berupa celana dalam digembok.
Seperti dikutip Times of India, Kamis, 4 April 2013, Manisha Mohan, salah satu dari tiga mahasiswa perancang pakaian anti-perkosaan itu, menuturkan, pakaian anti-perkosaan yang mereka ciptakan, bisa mengeluarkan sengatan listrik sebesar 3.800 kilovolt (KV). Pakaian dalam ini pun sangat canggih karena dilengkapi juga dengan sensor Global Positioning System (GPS) dan layanan Service Massage Service (SMS) kantor polisi.
Pakaian anti-perkosaan ini juga disertai sensor yang bereaksi terhadap tekanan atau renggutan keras. Sensor ditempatkan di sekitar bagian payudara yang dimasukan ke dalam jahitan pakaian dalam. Jika sensor ini mendeteksi adanya tekanan, misalnya pemerkosa menggerayangi bagian dada korban, maka pakaian dalam tersebut akan mengeluarkan kejutan listrik yang sangat kuat hingga bisa melumpuhkan pelaku. Penempatan sensor ini sesuai dengan hasil survei yang menyatakan bahwa penyerang biasanya langsung mencengkeram dada seorang perempuan saat berusaha memperkosanya.
Tak hanya selesai sampai kejutan listrik saja, modul GSM yang ditanam di pakaian anti-perkosaan ini, memungkinkan pakaian dalam ini langsung mengirimkan SMS kepada nomer yang sudah disiapkan, yaitu nomor telepon darurat polisi dan nomor telepon keluarga. Polisi dan keluarga yang menerima SMS, langsung bisa melacak keberadaan korban berkat fasilitas GPS yang juga ditanam di pakaian dalam ini.
"Pakaian dalam ini dilengkapi GPS, sistem global untuk telepon genggam, dan sensor tekanan yang bisa mengirim arus listrik sebesar 3,800 kilovolt sekaligus memberi peringatan kepada polisi atau keluarga," ujar Mohan.
Perempuan yang menggunakan pakaian dalam ini jangan takut tersengat listrik. Mereka akan terlindung dari sengatan listrik karena adanya isolasi polimer yang terletak di dalam bra. Pakaian dalam anti-perkosaan yang diberi nama Society Harnessing Equipment (SHE) oleh penciptanya ini, diharapkan bisa dipasarkan pada akhir April 2013.
"Karena para pembuat undang-undang sangat lamban menghasilkan undang-undang yang melindungi perempuan, kami berinisiatif menciptakan perlindungan untuk perempuan dari pelecehan di rumah, masyarakat, dan tempat kerja," kata Mohan.
Tertarik mempunyai pakaian dalam anti-perkosaan? Tunggu sampai akhir April atau Anda bisa mengunjungi situs Techpedia, karean situs ini memaparkan secara rinci rancangan pakaian dalam anti-perkosaan ini.* Ati Suprihatin-kisuta.com


