Mendarat dengan Selamat, Monyet Astronot Kembali ke Bumi
SEEKOR monyet dikirim Badan Antariksa Iran ke luar angkasa untuk uji coba sistem pendukung kehidupan, telah kembali ke bumi dengan selamat setelah meluncur hingga ketinggian 120 kilometer. Televisi nasional Iran menyiarkan tayangan yang menunjukkan roket yang membawa monyet astronot tersebut. Terlihat binatang primata itu mengenakan pakaian layaknya astronot.
Menurut Direktur Badan Antariksa Iran, Hamid Fazeli, monyet astronot ini diluncurkan ke luar angkasa menggunakan roket Kavoshgar Pishgam. Seperti dikutip media setempat. PressTV, Hamid Fazeli menuturkan bahwa monyet astronot tersebut kembali dengan selamat ke bumi pada Senin, 28 Februari 2013.
"Fisiologi monyet sangat mirip dengan manusia. Kami menggunakan monyet untuk menguji sistem pendukung kehidupan dan kondisi penerbangan," ungkap Hamid Fazeli kepada PressTV, Selasa, 29 Februari 2013.
Menurut Hamid Fazeli, saat diluncurkan ke ruang angkasa, monyet astronot dilengkapi dengan kamera yang diletakkan di dalam kabin. “Semua hal penting akan dikirimkan ke bumi dan kamera di dalam kabin akan merekam semuanya,” katanya.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran, Ahmad Vahidi menyebut bahwa keberhasilan ini sebagai “langkah besar” bagi Iran yang berencana mengirimkan astronotnya ke luar angkasa pada tahun 2020. “Kesuksesan ini merupakan langkah pertama bagi manusia untuk menaklukkan luar angkasa dan meniti jalan bagi langkah-langkah selanjutnya,” ujarnya.
“Monyet astronot yang dikirimkan dalam peluncuran ini berhasil mendarat dengan selamat dan dalam kondisi hidup dan ini langkah besar bagi para pakar dan ilmuwan di negara kita,” tegas Vahidi.
Iran merupakan salah satu negara yang aktif mengembangkan kemampuannya di bidang antariksa. Iran meluncurkan satelit pertama yang diproduksi dalam negeri, Omid pada 2009. Iran mengirim bio kapsul pertama yang berisi makhluk hidup ke luar angkasa pada Februari 2010. Peluncuran itu menggunakan operator dalam negeri, Kavoshgar-3.
Iran merupakan salah satu dari 24 anggota Komite PBB dalam kesepakatan penggunaan antariksa untuk tujuan damai. Komite tersebut dibentuk pada 1959.* Ati Suprihatin - kisuta.com


