Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Aksi Maut Trio Pedayung

Bermain Kayak di Sungai Lava Mendidih

Jumat, 26 April 2013

BERMAIN kayak umumnya di sungai atau danau. Tapi ada sekelompok orang yang bermain kayak justru di laut “mendidih” alias di lautan air bercampur lava muntahan dari gunung berapi.

Mereka memang bukan sembarang orang, tetapi tiga pedayung profesional yang sengaja melakukan aksi mautnya untuk acara yang ditayangkan di salah satu televisi di Brasil. Fearless Pedro Olivia, Chris Korbulic, dan Ben Stookesberry, itulah tiga pedayung pemberani yang aksinya membuat orang berdecak kagum.

Tiga pedayung ini sedang mencari lokasi berkayak paling ekstrem di dunia. Salah satu tempat yang menjadi tujuan mereka ada di Hawaii, yaitu sungai di sekitar Gunung Berapi Kilauea. Kilauea adalah salah satu gunung berapi teraktif di dunia, tercatat terjadi 61 letusan aktif sejak tahun 1983.


Gunung Kilauea melingkari sisi barat daya Big Island di Hawaii. Kebanyakan peneliti merujuknya sebagai bagian dari Gunung Mauna Loa. Namun berdasarkan data geologi, Kilauea adalah gunung terpisah. Ketinggian gunung ini sekitar 4.190 kaki di atas permukaan laut dan mencakup 14 persen wilayah Big Island. Gunung ini memuntahkan lava di sepanjang sisi yang mengalir ke Samudera Pasifik.

"Seluruh pulau telah tumbuh satu mil persegi dalam sepuluh tahun," ujar Chris Korbulic menggambarkan kondisi Gunung Berapi Kilauea.

Selama perjalanan menyusuri lingkar gunung berapi tersebut, tiga pedayung ini telah menjelajahi 300 air terjun dan sungai yang berada di Pulau Big Island, Kauai, Maui, dan Pulau Oahu. "Kemungkinan menemukan sungai di sekitar lava, tentunya akan menjadi hal menarik," ujar Pedro Olivia.

Dalam aksinya, ketiga pedayung ini hanya menggunakan kayak plastik, tanpa alat pelindung. Padahal mereka mendayung di air mendidih yang suhunya bisa mencapai 700 sampai 1.100 derajat Celsius. "Ketika kami berada dekat dengan lava, tidak mungkin untuk meletakkan tangan kami di dalam air. Karena airnya benar-benar mendidih dan akan membakar tangan kita," tutur Fearless Pedro Olivia.

Selama seharian, kelompok ini menjelajahi aliran lava dari tebing berketinggian 200 kaki di saat air yang telah bercampur lava merah dengan suhu 50 derajat celcius menerjang ganas. Pedro nekad menguji suhu panas lava yang menurutnya sekitar 700 hingga 1100 derajat celcius. Pedro mengujinya dengan mencelupkan dayungnya dan segera mengangkatnya sebelum terbakar.

Sementara Ben Stookesberry mengungkapkan, salah satu ancaman terbesar saat mereka mengelilingi lingkar Gunung Berapi Kilauea, adalah uap beracun yang dihasilkan saat lava menghempas ke dalam air. Saat itu, air laut bisa membakar tangan-tangan mereka yang mendayung kayak.

Ketiga pedayung ini mengakui bahwa mendayung kayak di wilayah gunung berapi bukanlah hal yang mudah. Mereka sebisa mungkin menghindari tangan menyentuh air yang mendidih. Belum lagi harus berhati-hati jika sewaktu-waktu ada lontaran material yang dimuntahkan Gunung Kilauea.

Pedro menekankan bahwa kegiatan yang dilakukan bersama kawan-kawannya sangat berbahaya. Hanya kelompok profesional yang boleh melakukannya dan tak disarankan dicoba oleh orang lain terutama para awam. "Saya berharap orang tidak melihat gambar-gambar kami dan berpikir bahwa aman untuk mendayung begitu dekat dengan lava, karena sebenarnya itu tidak aman sama sekali. Itu sangat menakutkan, karena rasanya seperti tanah itu akan memakan kami dan akan jatuh tepat ke lava," ujarnya.

Sebelumnya, trio pedayung penantang maut ini telah beraksi dengan kayak mereka di Amerika Selatan, Skandinavia, dan Greenland. Tak hanya sampai di Gunung Berarpi Kilauea, ketiganya berencana akan menemukan tempat-tempat ekstrem lainnya di dunia.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya