Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

Setelah 93 Tahun, Mumi Rosalia Lombardo Masih Segar

Senin, 29 April 2013

RASA cinta yang mendalam, terkadang membuat orang tidak mau berpisah dengan orang yang dicintainya. Meskipun agama tidak memperbolehkan kita mencintai seseorang lebih besar ketimbang kita mencinta Sang Pencipta, namun banyak orang yang melakukan hal-hal di luar nalar untuk menggambarkan kecintaannya kepada suami, istri, anak, bahkan mungkin kekasih.

Seperti yang dilakukan pasangan orangtua di Sisilia, Italia yang memumikan jasad anaknya yang meninggal karena penyakit infeksi paru-paru, yang pada era itu menyerang bayi dan anak-nak di seluruh Sisilia. Tidak dijelaskan siapa orangtua ini, hanya diketahui nama gadis cilik yang muminya sampai sekarang masih utuh, yaitu Rosalia Lombardo. Hasil sinar X terhadap mayat Rosalia menunjukan bahwa organ-organnya masih utuh.

Mumi gadis cilik yang meninggal dunia tahun 1920 saat usianya baru dua tahun ini, terkenal dengan sebutan “Sleeping Beauty”. Julukan ini diberikan karena kondisi mumi yang masih utuh setelah 93 tahun meninggal, seolah sedang tidur, sehingga mirip cerita H.C. Andersen tentang putri yang tertidur.

Mumi Rosalia Lombardo sampai sekarang disimpan di Capuchin Catacomb, pemakaman kuno yang berada di Kota Palermo, Italia. Capuchin Catacomb bukanlah pemakaman biasa, karena yang dimakamkan di tempat ini selain biarawan/biarawati, adalah keluarga yang memiliki status sosial tinggi. Meskipun tidak diketahui silsilah keluarga Rosalia, namun dipastikan bahwa gadis cilik ini berasal dari keluarga berada dan terpandang. Apalagi melalui proses pengawetan, yang pada saat itu masih jarang, sehingga biayanya sangat mahal.

Kondisi mumi yang masih utuh menarik perhatian, karena teknik pengawetan yang dilakukan sangat sempurna. Menurut informasi dari masyarakat setempat, jasad Rosalia diawetkan oleh seorang ahli kimia bernama Dr. Alfredo Salafia. Sang professor menggunakan teknik mumifikasi dan ramuan ciptaannya untuk mengawetkan Rosalia. Salafia menggunakan ramuan formalin untuk membunuh bakteri, alkohol untuk mengeringkan tubuh, glisterin untuk menjaga kondisi mayat supaya tidak terlalu kering, asam salisiat untuk membunuh fungi, dan garam seng untuk membuat mayat kaku.

Awalnya, para peneliti mengira ramuan safalia menggunakan bahan dasar arsenic, yang saat itu memang populer. Seorang ahli antropologi biologi dari Institute for Mummies and the Iceman bernama Dario Piomboni Mascali, akhirnya berhasil mengungkap racikan rahasia Salafia yang digunakan untuk mengawetkan jasad gadis kecil Rosalia Lombardo. Mascali menelusuri melalui kerabat dan orang-orang terdekat dan catatan –catatan sang professor.

Akhirnya diketahui Salafia menggunakan ramuan formalin untuk membunuh bakteri, alkohol untuk mengeringkan tubuh, glisterin untuk menjaga kondisi mayat supaya tidak terlalu kering, asam salisiat untuk membunuh fungi, dan garam seng untuk membuat mayat kaku. Mascali menyimpulkan kunci utama kesempurnaan pengawatan tubuh Rosalia adalah, garam seng.

Melissa Jhonsons Williamss, Direktur Eksekutif American Society of Embalmers, menguatkan pendapat Mascali. Williams mengungkapkan efek seng terhadap pengawetan tubuh. Menurutnya, seng tidak digunakan dalam proses pengawetan mayat di Amerika Serikat karena seng membuat tubuh kaku seperti patung . Jasad yang sudah diberi garam seng dapat diangkat dan dibiarkan berdiri tanpa takut akan terkulai lemas, sehingga tubuh terlihat seperti manekin.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya