Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah

Kepulauan Sulu, Keindahannya Menggoda Petualang

Rabu, 1 Mei 2013

SEJAK 12 Februari 2013, terjadi konflik antara Kesultanan Sulu di Filipina dengan Malaysia terkait Sabah, salah satu negara bagian Malaysia. Kesultanan Sulu mengklaim bahwa Sabah merupakan bagian dari wilayahnya dan hal yang sama juga disampaikan oleh Kerajaan Malaysia.

Untuk merebut kembali tanah leluhurnya, pengikut Kesultanan Sulu yang dipimpin Raja Muda Agbimuddin Kiram mendatangi Sabah. Tentu saja Kerajaan Malaysia menolak kedatang mereka dan mengusir para pengikut Sultan Jamalul Kiram II tersebut agar segera keluar dari Sabah.

Sultan Jamalul Kiram II yang sekarang memerintah di Kerajaan Sulu, berkeyakinan bahwa Sabah merupakan tanah leluhur mereka. Memang pasa masa jayanya, Kesultanan Sulu sendiri meliputi wilayah Sabah hingga ke Kalimantan Utara.

Dalam Kakawin Nagarakretagama, negeri Sulu disebut Solot, salah satu negeri di Kepulauan Tanjungnagara (Kalimantan-Filipina). Negeri Sulu terletak di lepas pantai timur laut Pulau Kalimantan. Klaim Kesultanan Sulu bahwa Sabah merupakan bagian wilayahnya, karena pada tahun 1703, Kesultanan Brunei menganugerahkan Sabah Timur kepada Kesultanan Sulu atas bantuan mereka menumpas pemberontakkan di Brunei.

Pada tahun yang sama, Kesultanan Sulu menganugerahkan Pulau Palawan kepada Sultan Qudarat dari Kesultanan Maguindanao sebagai hadiah perkawinan Sultan Qudarat dengan puteri Sulu dan juga sebagai hadiah persekutuan Maguindanao dengan Sulu. Sultan Qudarat kemudian menyerahkan Palawan kepada Spanyol.

Terlepas dari konflik antara Kesultanan Sulu dengan Kerajaan Malaysia, ternyata Kepulauan Sulu belum banyak dikenal oleh dunia. Padahal Kepuluan Sulu yang terbentang dari ujung Semenanjung Zamboanga sampai ke bagian utara Pulau Kalimantan, sangat indah. Pulau utama Kepulauan Sulu adalah Pulau Jolo yang merupakan pulau terbesar ke 15 di Filipina yang mempunyai luas 1.600 kilometer persegi. Mayoritas penduduk kepulauan Sulu adalah pemeluk agama Islam. Namun agama Kristen cukup banyak pemeluknya di Sulu, dan semuanya hidup berdampingan secara rukun di Sulu.

Kepulauan Sulu mempunyai keindahan alam yang sangat indah, sehingga banyak petualang alam tergoda untuk mengunjunginya. Keindahan alam Kepulauan Sulu dapat Anda lihat dari beberapa foto yang ada dalam tulisan ini.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya