Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Tewas Saat Beraksi Pecahkan Rekor Dunia

Gunakan Rambutnya, Roy Meniti Jembatan Kawat Sepanjang 180 Meter

Kamis, 2 Mei 2013

MAKSUD hati ingin memecahkan rekor dunia, namun apa daya kematian yang didapat. Hal tersebut terjadi pada seorang pria India bernama Sailendra Nath Roy yang tewas ketika mencoba melintasi sungai dengan meniti kawat sepanjang 180 meter yang membentang di atas ketinggian sungai, dengan menggunakan rambutnya. 

Dilansir Asia One, Senin, 29 April 2013, Roy yang berusia 49 tahun terkenal mempunyai rambut yang kuat.  Sebelumnya, pria yang berprofesi sebagai polisi ini pernah menarik kereta dan beberapa bus dengan menggunakan rambutnya.

Saat kejadian, Roy sedang berusaha mencatatkan diri dalam Guinness World Record melalui aksinya meniti “jembatan” kawat menggunakan rambutnya. Aksi yang dilihat banyak orang ini dilakukan di jembatan yang ada di Sungai Teesta, West Bengal. 

Saat beraksi di atas Sungai Teesta, Roy sudah berhasil menempuh setengah perjalanan. Namun tiba-tiba, rambut Roy yang diikatkan pada kawat yang dibentangkan di atas sungai ini terjerat ke kawat dan dia tidak bisa bergerak. Sekuat tenaga Roy berusaha bergerak ke depan dengan rambutnya yang terjerat pada kawat. 

Ratusan orang yang menyaksikan aksi ini yang awalnya bersorak menyemangatinya, berubah menjadi teriakan histeris. Mereka menyadari ada kesalahan dalam aksi Roy. "Roy dengan panik berusaha meraih tali kedua untuk membantunya mencapai titik akhir,” ujar polisi senior setempat, K Jayaraman. 

Sekitar 20 menit kemudian, Roy tidak bergerak dan terlihat lemas. Sejumlah warga setempat pun memberanikan diri untuk menolongnya. Parahnya, tidak ada ambulans maupun paramedis saat aksi ini berlangsung. Roy kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat di Siliguri, yang berjarak 450 km dari lokasi. Roy dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter. Menurut pemeriksaan dokter, Roy tewas akibat serangan jantung. Namun, autopsi post-mortem masih akan dilakukan untuk mencari tahu penyebab kematiannya. 

Keluarga yang hadir menyaksikan langsung aksi Roy, tidak bisa berbuat banyak untuk membantunya. Mereka mengaku bangga dengan kiprah Roy selama ini. 

"Kita bangga dengan keberaniannya. Dia yakin untuk menang, tapi takdir telah merenggut nyawanya," ujar adik laki-laki Roy, Benoy.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya