Membuat Penderitanya Tak Berhenti Makan
BIASANYA orang tua akan sedih dan bingung jika anaknya tidak mau makan. Berbagai cara dilakukan supaya anaknya mau makan, mulai dari membawa ke dokter sampai melakukan cara-cara tradisional.
Kondisi terbalik dialami oleh Marika Carvey, seorang ibu yang anaknya menderita gangguan genetik langka, sehingga tidak bisa berhenti makan. Marika saat ini sedih karena anaknya, Ava Carvey tak bisa berhenti untuk
memakan sesuatu. Ava menderita Prader Willi Syndrome atau sindrom Prader Willi yang menyebabkannya terus menerus merasa lapar dan tidak mempedulikan berapa banyak makanan yang dikonsumsi. Kelainan ini ditandai dengan kelaparan kronis, obesitas, masalah kognitif dan sensitivitas kerja otot berkurang.
"Jika ada makanan di lantai, dia akan mengambilnya dan memakannya, dan jika orang lain memiliki makanan, dia ingin memakannya juga," kata Marika seperti dikutip New York Daily News, Selasa, 30 April 2013.
Marika terpaksa membuat jadwal diet untuk Ava dan menjauhkannya dari dapur, supaya keinginan makannya berkurang. Marika sengaja mengunci pintu dapur dan menyembunyikannya dari sang anak.
"Dia bahkan akan mengambil makanan dan menyembunyikannya. Hal ini sangat menakutkan karena jika dibiarkan ia akan makan sampai perutnya bisa meledak," ujar Marika khawatir.
Ava hanya diperbolehkan makan kismis dan kue beras, karena ibunya menerapkan diet rendah kalori. Supaya Ava tidak tergiur makan makanan lainnya, kedua kakak laki-lakinya dilarang makan di depannya. "Kami sangat beruntung mengetahuinya saat usianya masih muda, sehingga kami mampu mengendalikannya,” ujar Marika.
Selain Ava Carvey, ada bocah lain yang juga menderita sindrom Prader Willi, yaitu Ben Green dan Ethan Starkweather . Ben yang berusia 10 tahun ini, hampir tak berhenti mengunyah. Anak laki-laki pasangan Paul Green dan Angela Booth ini, bahkan pernah makan pasta gigi dan melahap makanan kucing karena tak bisa mengendalikan rasa laparnya.
Menurut orangtuanya, jika ditinggal sendiri, Ben akan makan segala sesuatu yang ditemuinya. “Terkadang ia ingin makan sesuatu yang berbahaya dan saat kami mengatakan tidak, dia mulai menangis selama berjam-jam," ujar ibunya, Angela.
Tak berbeda dengan Ava dan Ben, bocah laki-laki asal Oklahoma, Ethan Starkweather juga mempunyai nafsu makan yang tak terbendung. Ethan yang berusia 9 tahun, tak bisa mengendalikan nafsu makannya, sehingga setiap melihat makanan, selalu ingin menyantapnya.
Ethan juga mulai mencari-cari makanan ketika makanan yang disediakan ibunya sudah habis. Akhirnya, Ethan mengalami masalah dengan berat badannya.
Dr. Kent Holtorf, seorang endokrinologi dari Los Angeles mengingatkan kepada orangtua supaya mewaspadai anak-anaknya yang mempunyai nafsu makan berlebih. Seperti dilansir AOL Health, Kent mengatakan, anak-anak dengan nafsu makan tak terbendung bisa jadi menderita sindrom Prader Willi.
Anak yang mengalami sindrom Prades Willi, cenderung memiliki gejala seperti mata berbentuk almond, perkembangan motorik yang tertunda, nafsu makan yang tak terpuaskan, terdapat seperti garis atau pita di kulit, kenaikan berat badan yang cepat, kelainan rangka anggota tubuh, perkembangan mental yang lambat, testis tidak turun pada anak laki-laki, serta tangan dan kaki yang sangat kecil dibandingkan dengan tubuhnya.
Dokter seringkali mengalami kesulitan dalam mendiagnosis penyakit ini dan harus selalu berada di bawah kontrol. Pengobatan yang dilakukan saat ini, dengan menggunakan hormon pertumbuhan untuk mengurangi lemak tubuh dan beberapa obat diabetes yang baru untuk memperlambat selera makannya.
"Ketika anak-anak ini lahir, pada awalnya mereka memiliki kesulitan dengan nafsu makan. Jika orangtua memiliki anak dengan nafsu makan rakus dan otot yang lemah, sebaiknya dilakukan pengujian genetik untuk mendapatkan diagnosis yang tepat," ujar Dr James Sears, seorang ahli kesehatan anak.
Dr Sears menuturkan, sangat penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat bagi pasien sindrom Prader Willi, karena mereka harus melakukan diet rendah karbohidrat yang ketat. Anak-anak dengan sindrom ini sebenarnya bisa memiliki hidup yang normal, tapi seringkali hal ini dihambat dengan penyakit obesitas yang membuatnya berisiko mengalami penyakit jantung, diabetes atau masalah pada tulang.
Bagi orangtua yang mempunyai anak dengan cirri-ciri yang telah diungkapkan di atas, ada baiknya waspada dan melakukan konsultasi dengan dokter. Semakin cepat diketahui akan semakin baik, sehingga penanganannya bisa lebih dini.* Ati Suprihatin - kisuta.com


