Mereka Berjalan Menggunakan Kaki dan Tangan
TAHUN 2004, dunia dikejutkan dengan film yang ditayangkan oleh televisi BBC tentang kisah nyata satu keluarga keturunan Suku Kurdi di Turki yang berjalan dengan dua kaki dan dua tangan mereka. Film berjudul “”The Family That Walks On All Fours” tersebut menjadi terkenal, karena perilaku anggota keluarga di film tersebut sangat aneh, layaknya manusia purba.
Kebiasaan berjalan menggunakan kaki dan tangan tersebut, diistilahkan dengan “beruang merangkak”, karena memang mirip beruang sedang berjalan. Keluarga yang terdiri atas lima anggota ini, sangat mudah dikenali karena kebiasaannya yang aneh tersebut.
Anggota keluarga yang saat film ditayangkan, berusia antara 18 sampai 34 tahun itu, menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan duduk di lantai luar rumah mereka yang terletak di sebuah desa terpencil. Hanya satu anggota keluarga yang sudah melakukan perjalanan keluar desa dan terlibat interaksi dengan manusia modern.
Meskipun berjalan menggunakan cara yang aneh, namun mereka terlihat biasa saja. Tidak ada rasa canggung sama sekali ketika mereka berjalan menggunakan dua telapak tangan dan dua telapak kaki. Mereka justru tidak bisa berjalan hanya menggunakan dua kaki.
Seperti dikutip Daily Mail, Profesor Nicholas Humphrey, psikolog evolusi di London School of Economics yang sudah menemui keluarga tersebut, melihat adanya kelainan genetik yang membuat mereka berjalan merangkak.
"Hal ini sungguh menakjubkan sebagai contoh kelainan yang menunjukkan perkembangan manusia. Tapi, tujuan mereka hidup adalah bagaimana dapat bertahan hidup di dunia modern," ujarnya.
Profesor yang telah mengunjungi keluarga ini dua kali mengatakan bahwa lima bersaudara itu memiliki keterbelakangan mental. Orangtua mereka diyakini memberikan kombinasi gen unik yang mengakibatkan keterbatasan itu.
Beberapa peneliti berpendapat, kesalahan genetik telah memicu perkembangan mereka bak manusia purba atau “keterbelakangan evolusi”. Sedangkan peneliti lainnya percaya hal tersebut akibat kerusakan otak yang memungkinkan proses berjalan tidak bekerja.
"Mereka memiliki gen yang unik yang menjadikan mereka seperti ini," ujar Humphrey.* Ati Suprihatin - kisuta.com


