Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah

Pantai Santolo, Keindahan Tersembunyi di Garut Selatan

Sabtu, 11 Mei 2013

INGIN melihat Pantai Kuta di era 70-an? Datanglah ke Pantai Santolo, Kab. Garut, Jawa Barat. Pantai berpasir putih ini disebut-sebut mirip Pantai Kuta awal tahun 70-an, bersih dan sepi.

Pantai Santolo, objek wisata ini memang belum banyak dikenal, bahkan oleh orang Jawa Barat sekalipun. Meskipun kalah pamor dengan Pantai Pangandaran di Ciamis dan Palabuhanratu di Sukabumi, namun pantai ini menjanjikan sensasi tak terlupakan bagi yang pernah mengunjunginya.

Bagi sahabat kisuta.com yang sudah mengunjungi Pantai Santolo, pasti merasakan sensasi tersebut. Suasana pantai yang terletak di Kecamatan Cikelet bagian selatan Kabupaten Garut ini begitu tenang, dan lingkungannya pun masih bersih.

Pasir putihnya benar-benar bersih, apalagi sepanjang pantai tak ada bebatuan, sehingga bentangan pasir putih terlihat sepanjang mata memandang. Air lautnya berwarna biru kehijauan, berhiaskan ombak yang menggulung tinggi, menghantam bibir pantai, dan meninggalkan bunyi deburan yang memecahkan keheningan sekaligus menghilangkan penat.

Keelokan Pantai Santolo belum berakhir sampai di situ, karena pantai karangnya yang menghadap ke laut lepas, membuat siapa pun yang menikmatinya enggan melepaskan pandangannya. Jika air sedang surut, berjalan sekitar 100 meter dari bibir pantai akan menemukan jembatan gantung yang menghubungkan dengan Pantai Sayang Heulang. Di jembatan ini, cocok untuk berfoto karena pemandangannya sangat cantik.

Di Pantai Santolo, ada fenomena unik yang hanya terjadi di dua tempat di dunia, yaitu Perancis dan Indonesia. Fenomena tersebut terjadi di muara Sungai Cilauteureun (dalam bahasa Sunda berarti air laut yang tidak mengalir atau berhenti). Disebut Cilauteureun, karena di muara ini air laut begitu tenang seolah berhenti mengalir. Di muara ini terdapat curug yang air lautnya mengalir masuk ke dalam muara sungai bukan sebaliknya. Selain terjadi di Garut, konon fenomena ini hanya terjadi Perancis.

Masih ada keindahan lain dari Pantai Santolo. Jika melepaskan pandangan ke sebelah barat dari pantai, maka akan terlihat satu pulau. Kalau dilihat dari google map memang menyerupai pulau, tapi sebenarnya hanya berupa pantai berkarang yang dipisahkan oleh muara Sungai Cilauteureun. Sisi–sisi daratannya selalu tergenang hingga tampak berpisah dengan daratan utamanya. Bila ingin ke pulau ini, harus menyeberangi Sungai Cilauteureun sekitar 50 meter dengan menggunakan perahu nelayan. Jika laut sedang surut , cukup berjalan kaki saja untuk sampai ke pulau tak bernama itu.

Di pulau ini pantainya berupa karang, sehingga harus memakai alas kaki untuk berjalan. Pemandangannya tak kalah menarik dengan pantai utamanya, ombak yang berkejaran menghempas pantai karang. Biota–biota laut yang terjebak di antara rongga–rongga batu karang juga sangat menarik untuk dinikmati.

Pantai Santolo berdekatan dengan kampung nelayan sehingga daratan yang berdekatan dengan pantai sangat khas dengan pemukiman nelayan. Kondisi pantai yang berpasir putih kecoklatan cukup bersih dan memungkinkan untuk bermain-main di tepiannya. Di Pantai Santolo ada tempat peluncuran roket yang merupakan bagian dari institusi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Selain itu, ada tempat pelelangan ikan lengkap dengan restoran hasil laut bertebaran di sepanjang jalan menuju Pantai Santolo. Fasilitas yang dibutuhkan wisatawan cukup tersedia di sekitar Pantai Santolo seperti losmen dan kios-kios cinderamata dengan harga terjangkau.

Rute perjalanan

Jika sahabat kisuta.com tertarik untuk mengunjungi Pantai Santolo, bisa menggunakan jalan darat. Pantai Santolo terletak 150 km dari Kota Bandung atau 80 km dari Kota Garut. Jalan ke Pantai Santolo berkelok-kelok, sempit, curam, serta melewati hutan, kebun teh, dan jurang.

Perjalanan bisa ditempuh menggunakan kendaraan umum jurusan Garut-Pameungpeuk . Turun di Pasar Pameungpeuk dan dilanjutkan dengan naik Pick Up menuju Pantai Sayang Heulang dan kemudian beralih naik perahu menuju Pantai Santolo. Bisa juga melewati rute Garut Kota – Cikajang – Cikelet dan Pameungpeuk, bisa ditempuh dengan menggunakan kendaran umum jurusan Pameungpeuk dari Terminal Cicaheum atau Terminal Leuwipanjang di Kota Bandung.

Bisa juga menggunakan rute Rancabali - Naringgul - Cidaun - Rancabuaya – Santolo. Atau Ciwidey – Cisewu – Bungbulang – Pameungpeuk yang jarak tempuhnya lumayan jauh dan belum dilalui kendaraan umum. Meskipun harus menempun jarak sekitar 200 km sampai 250 km dengan waktu 7 jam perjalanan, namun pemandangan di rute ini sangat bagus.

Meskipun jauh, namun sepanjang perjalanan akan disuguhi pemandangan panorama alam yang menakjubkan. Mulai dari hamparan sawah, kebun teh, sampai hutan lebat akan menemani selama perjalanan. Di antara kebun teh yang berbukit–bukit terdapat batu-batu raksasa yang gagah menjulang. Pada beberapa bagian bukit yang tak lagi ditumbuhi teh lagi, dibiarkan menjadi savana hijau yang sangat indah.

Akhirnya, rasa lelah selama perjalanan, hilang seketika berganti dengan keindahan Pantai Santolo. Di balik kerimbunan pohon-pohon bakau, Pantai Santolo indah tersembunyi. Samudra biru, ombak, pasir putih, dan pantai yang eksotis menunggu sahabat kisuta.com untuk mengunjunginya.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya