Inilah 10 Orang Terkaya Indonesia
ASIA merupakan tempatnya orang-orang kaya alias miliuner dunia. Jumlah miliuner Asia lebih banyak dari Amerika Utara dan Eropa sekalipun. Asia mempunyai 608 miliuner, sedangkan Amerika Tengah 440 miliuner, dan Eropa 324 miliuner.
Di antara miliuner di Asia, terdapat orang-orang kaya Indonesia. Siapakah 10 orang terkaya di Indonesia? Menurut media asal China, Hurun Report, 10 orang terkaya Indonesia adalah: Robert Budi Hartono, Michael Hartono, Chairul Tanjung, Sri Pakash Lohia, Sukanto Tanoto, Peter Sondakh, Martua Sitorus, Tahir, Low Tuck Kwong, dan Theodore Rachmat. Versi Hurun Report ini sama dengan yang dikeluarkan Majalah Forbes pada awal Maret 2013.
Posisi dua bersaudara Hartono, yaitu Robert Budi Hartono dan Michael Hartono masih belum tergoyahkan sebagai orang terkaya pertama dan kedua di Indonesia. Keduanya pun masuk dalam jajaran 150 orang terkaya dunia, yaitu di peringkat 131 dan 138. Penasaran? Berikut daftar 10 orang terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes dan Hurun Report.
1. Robert Budi Hartono
Pria yang nama aslinya Oei Hwie Tjhong ini merupakan penerus kerajaan bisnis rokok “Djarum” yang didirikan orangtuanya pada tahun 1950. Robert yang keturunan Tionghoa ini, mempunyai kekayaan senilai US$ 8,5 miliar atau setara Rp 82,8 triliun. Bisnis pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah tahun 1941 ini meliputi perbankan, rokok, dan industri teknologi.
Robert bersama saudaranya, Michael Hartono, merupakan pemegang saham terbesar di perusahaan telekomunikasi Sarana Menara Nusantara. Dari bisnis ini, mereka berdua meraup keuntungan sampai USD 1 miliar. Di perbankan, suami dari Widowati Hartono atau Giok Hartono ini, berinvestasi di Bank Centra Asia (BCA).
2. Michael Hartono
Masih dari kerajaan bisnis rokok “Djarum”, kakak dari Robert Budi Hartono ini menduduki posisi kedua orang terkaya di Indonesia. Pria berusia 73 tahun ini memiliki kekayaan senilai USD 8,2 miliar atau senilai Rp 79,8 triliun. Sumber kekayaan Michael Hartono adalah bisnis perbankan, rokok, dan industri teknologi. Dari semua bisnis yang digelutinya, sumber pendapatan terbesarnya, adalah bisnis perbankan dan rokok.
Pria yang memiliki empat orang anak ini, merupakan partner bisnis utama sang adik. Tak heran jika usaha keduanya di bidang industri rokok dan industri teknologi menjadi andalan usaha mereka.
3. Chairul Tanjung
Muda, kaya, dan bertangan dingin dalam menggarap bisnis. Itulah gambaran sosok orang terkaya ketiga di Indonesia. Dialah Chairul Tanjung. Pria yang usianya baru 50 tahun ini, telah mempunyai bisnis yang menggurita di bawah bendera CT Corpotation. Saat ini kekayaan Chairul diperkirakan mencapai USD 3,4 miliar atau Rp 33,1 triliun.
Chairul yang awalnya mengusung bendera Para Grup ini, menggeluti bisnis media di bawah Trans Corp yang meliputi televisi dan media daring. Chairul juga mempunyai bisnis ritel Carrefour yang tersebar di seluruh Indonesia. Di perbankan, Chairul mempunyai Bank Mega.
Pria yang dilahirkan dari seorang ayah yang berprofesi sebagai wartawan pada masa orde lama ini, telah membuktikan mampu membangun bisnisnya hingga besar. Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini, sejak sekolah di SMP sudah tertarik berusaha. Ketika menjadi mahasiswa, Chairul sudah mempunyai usaha yang menjadi cikal bakal bakat bisnisnya.
4. Sri Pakash Lohia
Nilai kekayaan pria keturunan India ini hampir sama dengan Chairul Tanjung, yaitu USD 3,4 miliar atau Rp 33,1 triliun. Sri Pakash Lohia memang besar dan menjadi pengusaha di India, tanah kelahirannya. Saat ini kekayaannya diperoleh dari bisnis resin polyethylene terephthalate (PET) di dunia dengan perusahaan Indorama Ventures. Orang terkaya di Indonesia ini mengembangkan bisnisnya dengan membeli divisi bahan kimia perusahaan Amerika Serikat, Old World Industries Inc. Indorama Ventures juga mempunyai unit usaha di Nigeria yang memberikan kontribusi kekayaan yang besar bagi Lohia. Indorama Ventura PCL merupakan salah satu polyester yang terdaftar di bursa efek Thailand.
Perusahaan Indorama yang didirikan bersama ayahnya, M.L. Lohia ini, awalnya didirikan sebagai pabrik benang di Indonesia pada tahun 1976. Usaha ini kemudian berkembang yang diikuti dengan pembukaan perusahaan baru, yaitu Indorama IPLIK, Indorama Shenin, dan ISIN Lanka.
5. Sukanto Tanoto
Pengalaman bisnis Sukanto sudah teruji dan tidak perlu diragukan lagi. Pria yang mempunyai kekayaan sebesar USD 2,8 miliar atau Rp 27,3 triliun ini, mulai menjadi pebisnis unggul ketika masih berusia 17 tahun. Dia mendapatkan pengalaman bisnis pertama dari keluarganya di bidang suku cadang perusahaan minyak dan gas.
Sebagai anak tertua di keluarganya, Sukanto memegang kendali usaha bisnis keluarganya. Sukanto adalah pemilik saham terbesar dari Royal Golden Eagle (RGE) yang menjalankan bisnis kelapa sawit melalui Asian Agri. Dia juga antara lain pemiliki pabrik pembuat kertas Asia Pacific Resources International Ltd. dan perusahaan Liquid Natural Gas bekerja sama dengan perusahaan di Juangsu, China.
Pria yang tak pernah mengenal bangku kuliah ini, mampu mengembangkan usahanya hingga Brazil dan China. Terkenal sebagai sosok pekerja keras, tak heran jika Sukanto berhasil mempunyai beberapa perusahaan di dalam dan luar negeri.
6. Peter Sondakh
Memulai usaha dari nol, Peter Sondakh berhasil mengembangkan bisnis di berbagai bidang. Usahanya di bidang hotel, pertambangan, perkebunan, dan jasa transportasi membuatnya berada di posisi keenam orang terkaya di Indonesia. Nilai kekayaan pria yang memulai usahanya di Kota Malang ini, mencapai USD 2,5 miliar atau Rp 24,3 triliun.
Perusahaannya yang terkenal, adalah Rajawali Grup yang bergerak di bidang kelapa sawit serta perusahaan rokok Bentoel. Melalui grup usahanya, Peter membeli saham Indo Mines senilai USD 50 juta. Perusahaan ini merupakan penyuplai besi konsentrat ke Asia dan Australia.
Peter juga memiliki perusahaan di luar negeri hingga membuatnya sempat tinggal di Amerika Serikat dalam waktu yang cukup lama. Kini dia tinggal di Jakarta dengan bisnis yang dijalankannya.
7. Martua Sitorus
Sumber kekayaan pria keturunan Medan dan Tionghoa ini mempunyai kekayaan senilai USD 2 miliar atau Rp 19,5 triliun. Sumber kekayaan Martua adalah, perusahaan minyak sawit mentah (CPO) Wilmar International. Perusahaan perkebunan sekaligus pengolah minyak sawit ini merupakan yang terbesar di dunia. Martua pun memiliki perusahaan gula terbesar kedelapan di dunia.
Martua Sitorus dengan kelompok usahanya memperoleh sebagian besar keuntungan di China melalui perusahaan Jin Long Yu, atau lebih dikenal dengan Golden Fish Naga. Di usianya yang ke-53, Martua berhasil menempati urutan terkaya ke-7 di Indonesia.
8. Tahir
Mengawali bisnis di Bank Mayapada, Tahir mendapatkan kekayaan awal untuk memulai usahanya di bidang real estat. Mempunyai kekayaan senilai USD 2 miliar atau Rp 19,5 triliun, Tahir mempunyai beberapa bangunan besar di Jakarta, hotel mewah di daerah Bali dan Batam, dan menara pencakar langit di Singapura.
Sebelum mengembangkan Bank Mayapada, Tahir sempat menggeluti usaha dealer mobil pada tahun 1980. Sayangnya usahanya ini tak berumur panjang dan berakhir dengan pailit. Lambat laun dia mulai memasuki bidang keuangan dengan membuka Bank Mayapada. Pembukaan Bank ini dilakukan pada tahun 1990, tepat sepuluh tahun setelah kegagalan dengan bisnis dealer mobil.
9. Low Tuck Kwong
Nilai kekayaan pria kelahiran Singapura ini mencapai USD 1,7 miliar atau Rp 16,6 triliun. Dikenal sebagai raja batu bara, kekayaan Low tahun ini berkurang hingga USD 0,2 miliar karena harga batu bara mengalami penurunan, sehingga perusahaan Bayan Resources yang dipimpinnya mengalami kerugian.
Sebelum menggeluti usaha batu bara, Low membantu usaha konstruksi milik ayahnya. Ketika tahun 1972, pindah dan bermukim di Indonesia, Low tetap menggeluti usaha konstruksi. Berbagai macam pekerjaan konstruksi yang beliau dapatkan di Indonesia mampu mengangkat kesuksesannya.
Saat ini, selain bisnis konstruksi, Low juga memiliki bisnis pertambangan yang dirintisnya sejak tahun 1998. Bahkan Low mempunyai terminal batu bara di Balikpapan.
10. Theodore Rachmat
Theodore Rachmat adalah pemimpin dan pemilik usaha CPO, Triputra Agro Persada. Perusahaan besar ini berencana meningkatkan luas daerah operasi tambang sekitar 75 % dari yang dikelola sekarang pada tahun 2015.
Theodore juga pelaku bisnis di perusahaan batu bara Adaro Energy. Nilai kekayaannya saat ini mencapai USD 1,7 miliar atau Rp 16,6 triliun.
Theodore Rachmat merupakan pengusaha sukses yang berhasil mendirikan perusahaan pertamanya di bidang kontruksi pada tahun 1970. Pendirian perusahaan bernama PT Porta Nigra ini, tak lepas dari bantuan kakaknya bernama Benedictus Purwanto Rachmat. Dari sinilah kemudian, Theodore Rachmat mulai mengasah kemampuan bisnisnya dengan melakukan magang di Gevehe B, perusahaan Belanda. Namun karena kepandaiannya itulah akhirnya beliau diangkat menjadi direktur perusahaan PT Astra Honda Motor, hingga berhasil diangkat lagi menjadi Presiden Direktur untuk PT Astra Internasional.
Tak lama, Theodore Rachmat mengelola PT Surya Semesta Internusa Tbk. dan kemudian menanam saham di PT Windu Tri Nusantara, dan terakhir di PT Triple A Jaya. Saat ini semua perusahaan yang dikelolanya berkembang pesat.* Ati Suprihatin - kisuta.com


