Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan
Biayanya Rp 237 Juta per Bulan

Kecanduan iPad, Bocah 4 Tahun Harus Menjalani Detoks Digital

Rabu, 15 Mei 2013

SEMUA yang berlebihan, tidak baik. Begitu kalimat bijak yang sering disampaikan orangtua.

Memang benar, apapun juga ketika sudah menjadi “candu”, akan memberikan dampak yang tidak baik. Contohnya seorang balita perempuan di Inggris yang kecanduan games di iPad milik orangutanya. Balita berusia 4 tahun ini sampai harus menjalani detoks digital untuk menghilangkan kecanduannya terhadap iPad.

Menurut Daily Miror, balita yang tidak disebutkan namanya itu, sekarang sedang dirawat seorang psikiater bernama dr. Richard Graham dari Capio Nightingale Clinic di London. Menurut dr. Graham, balita perempuan yang sedang ditanganinya merupakan yang termuda di antara pasien-pasiennya yang menunjukkan perilaku candu karena menggunakan perangkat tablet sejak usia dini. Balita ini mulai kecanduan iPad sejak berusia 3 tahun dan menggunakannya hingga 4 jam dalam sehari.

"Ibu dari seorang anak perempuan menelepon saya dan menjelaskan gejalanya. Dia bilang puterinya terobsesi dengan perangkat dan meminta menggunakannya terus-menerus. Dia akan sangat tertekan dan sedih ketika gadget dibawa pergi," terang dr. Graham kepada Daily Miror, belum lama ini.

Balita ini begitu terobsesi bermain game di iPad sampai-sampai perlu menjalani perawatan psikiatris untuk perilaku kompulsifnya. Orangtuanya akhirnya mendaftarkannya untuk menjalani terapi setelah melihat perilakunya yang berang tiap kali iPad diambil dari tangannya. Detoksifikasi digital bukanlah terapi murah, karena biayanya 16 ribu Poundsterling atau Rp 237 juta per bulan. Pasien akan “disapih” dari kecanduan terhadap iPad, iPhone, dan perangkat gadget lainnya.

Menurut dr. Graham, tindakan orang tua mencari bantuan psikiater bukanlah reaksi yang berlebihan. Meskipun pada tahap ini terapi tidak memerlukan perawatan rawat inap, namun jika tidak segera diatasi, maka kecanduannya bisa terus bertahan sampai usia 11 tahun ketika sudah bisa menggunakan smartphone jenis lain dan mengakses internet. Apabila kecanduan gadget berlangsung sampai usia 11 tahun, maka akan semakin sulit memulihkannya dan pemulihannya bisa sampai menjalani rawat inap.

Dr. Graham mengakui, bukan hal biasa anak-anak yang baru berusia 4 - 5 tahun sudah memiliki dorongan kuat untuk menggunakan iPad atau iPhone. Namun nyatanya, akses internet saat ini amat mudah dijumpai. Bahkan bisa dikatakan anak-anak zaman sekarang sudah terpapar internet sejak dilahirkan.

"Mereka melihat orangtuanya bermain dengan perangkat mobilenya dan mereka ingin bermain juga. Kadang-kadang saya pikir, rekomendasi penggunaan internet harus menjadi bagian dari kelas persiapan kehamilan," ujar dr Graham.

Untuk mencegah anak-anak agar tidak kecanduan gadget, dr Graham menganjurkan kepada orangtua untuk tidak meninggalkan iPad atau gadget serupa di sekitar anak-anak. Sebab jika anak-anak melihat perangkat atau benda yang menarik, mereka akan ingin ikut memakainya. "Warna-warna menarik pada iPad membuat anak-anak tertarik untuk mencoba memainkannya," katanya.

Yang menjadi masalah adalah anak-anak belum bisa mengatasi penggunaan iPad, sehigga mereka tidak akan berhenti bermain sehingga menjadi kecanduan. Tanda-tanda seorang anak kecanduan gadget, jika perilaku bermain iPad itu sudah tidak terkontrol dan sulit dijauhkan.

Dr. Graham mengemukakan, dari hail survey, diketahui bahwa sebagian besar orangtua membiarkan anak mereka yang masih balita menggunakan ponsel pintar atau komputer tablet untuk bermain game digital. Hanya satu dari tujuh orangtua yang memberi batasan waktu bagi anak mereka dalam menggunakan perangkat digital tersebut.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya