Pola dan Posisi Senggama Menentukan Kelahiran Bayi
POSISI saat senggama dan pilihan menu makanan diyakini bisa membantu proses pemilihan jenis kelamin bayi yang diinginkan.
Pasangan yang menginginkan bayi laki-laki sebaiknya menghindari senggama sejak selesai haid hingga tiba masa subur. Kegiatan prokreasi sebaiknya sedekat mungkin dengan waktu ovulasi (12 jam sebelum dan sesudahnya).
Vagina dibilas menjelang senggama dengan larutan yang terbuat dari campuran 1 liter air dengan 2 sendok makan natrium bikarbonat (soda kue). Posisi hubungan intim yang disarankan adalah genu pectoral alias suami melakukan penetrasi dari arah belakang (dog style). Saat ejakulasi, suami melakukan penetrasi dalam, serta sebaiknya istri mencapai orgasme terlebih dahulu.
Menyangkut menu makanan. Suami menjadi karnivora alias mengonsumsi daging-dagingan, sedangkan istri menjadi herbivora yang memperbanyak konsumsi sayur-sayuran.
Ingin Anak Perempuan?
Jika mengharapkan bayi perempuan, senggama sebaiknya dilakukan agak sering, termasuk mengatur posisi saat berhubungan intim. Jangan lupakan pula menu makanan pilihan bagi suami dan istri.
Hanya saja, suami dan istri harus agak menahan diri. Istri tidak orgasme, suami tidak melakukan penetrasi dalam saat ejakulasi. Pasangan suami-istri yang sangat menginginkan bayi berjenis kelamin perempuan sebaiknya melakukan senggama agak sering, yaitu setiap 2 - 3 hari sekali.
Hubungan intim dimulai sejak haid kering dan berhenti sebelum masa subur (dua hari sebelum ovulasi). Tetapi jangan khawatir, senggama dapat dilakukan kembali 3 hari setelah ovulasi.
Vagina dibilas menjelang senggama dengan larutan yang terbuat dari campuran 1 liter air dengan 2 sendok garam meja (natrium klorida) atau asam cuka. Posisi hubungan intim yang disarankan adalah konvensional, di mana suami dan istri saling berhadapan. Para suami perlu menahan diri saat ejakulasi dengan tidak melakukan penetrasi dalam. Demikian pula sang istri harus menghindari orgasme.
Untuk menu makanan, suami sebaiknya mengonsumsi sayur-sayuran alias menjadi herbivora, sementara istri menjadi karnivora dengan memperbanyak konsumsi daging-dagingan.
Nah, meski manusia menginginkan bayi dengan jenis kelamin tertentu, keputusan akhir berada pada Tuhan YME. Ini hanya sebatas usaha untuk mencapai yang diidamkan. Namun, ketika sang buah hati lahir, entah pria atau wanita adalah anugerah dan titipan yang perlu dijaga, dirawat, dan dididik.* das – kisuta.com


