Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah
150 Tahun, Jaringan Kereta Bawah Tanah Pertama di Dunia

Mampu Jadi Primadona Moda Angkutan Massal di Inggris

Jumat, 17 Mei 2013

SEKITAR 150 tahun lalu, kereta api bawah tanah mulai dikenal di dunia. Adalah London di Inggris, kota tempat lahirnya layanan kereta api bawah tanah pertama tersebut.

Layanan kereta api bawah tanah diresmikan pada 9 Januari 1863. Sedangkan pemikiran untuk membuka layanan ini, sudah ada sejak tahun 1850-an, ketika kepadatan lalu lintas di Kota London sudah sangat tinggi dan mengganggu mobilitas orang. Sepuluh tahun kemudian atau pada Februari 1860, rencana tersebut baru terealisasi dengan dimulainya pembangunan jaringan kereta bawah tanah.

Menurut The Guardian, penggunaan kereta api bawah tanah diresmikan pada 9 Januari 1863, namun baru sehari kemudian atau pada 10 Februari 1863 dibuka untuk umum dengan nama London Metropolitan Line. Layanan kereta bawah tanah pertama ini menghubungkan Stasiun Paddington dengan Farringdon Street. Menggunakan kereta bawah tanah, perkembangan manusia atau arus manusia begitu cepat bergerak dari pinggiran kota ke pusat kota London atau sebaliknya.

Tak heran jika sejak pertama kali dioperasikan, kereta bawah tanah sudah menarik perhatian masyarakat Kota London. Sekitar 6.000 penumpang menikmati layanan hari pertama kereta bawah tanah ini. Beberapa hari setelah dioperasikan, jumlah penumpang melonjak mencapai 26.000 penumpang per hari. Padahal perjalanannya masih terbatas, hanya melalui tujuh pemberhentian saja.

Dalam perkembangan selanjutnya, Metropolitan Line dilayani sekitar 120 kereta setiap harinya dan membawa sekitar 40.000 penumpang. Karena begitu banyak peminat yang ingin merasakan sensasi baru ini, perlu didatangkan lokomotif uap dan gerbong lainnya.

Walaupun disebut kereta bawah tanah, namun kurang dari setengah jalur kereta saja yang benar-benar berada di bawah tanah. Jaringan kereta bawah tanah yang kemudian dikenal dengan nama tube (tabung) ini, sekarang telah mengangkut sekitar 3,5 juta penumpang setiap hari atau 1,1 miliar setahun. Saat ini tube memiliki 11 jaringan kereta dan 270 stasiun yang menghubungkan berbagai wilayah di London dan sekitarnya. Jaringan tube mencapai jarak 402 kilometer dengan jalur terpanjang Central Line yang menghubungkan London timur dan barat sejauh 54,9 kilometer. Jarak terpendek dari Leicester Square ke Covent Garden, Picadilly Line sejauh 300 meter.

Jaringan tube London ini juga merupakan transportasi yang paling dalam di dunia, dengan stasiun terdalam mencapai 67 meter di Hampstead Heath, London utara. Sedangkan jalur paling tinggi mencapai 18 meter di Jembatan Dollis Brook. Jalur terakhir Metropolitan Line yang dibuka adalah Jubilee Line pada tahun 1979 dan diperpanjang dari Stanmore di utara ke Stratford - kawasan stadion Olimpiade- pada 1999.

Pada masa perang dunia (PD) II tahun 1940, jaringan kereta bawah tanah pernah menjadi tempat pengungsian warga kota London untuk menghindari bom. Pada 27 September 1940, sekitar 117.500 jiwa berlindung di jaringan kereta bawah tanah.

Kereta bawah tanah di Kota London ini telah membuktikan mampu menjadi primadona moda angkutan massal di Inggris. Keberadaannya mampu membalikan anggapan pesimis di awal pembangunannya, seperti ditulis editorial The Times of London pada masa itu, "Sebuah rel kereta bawah tanah di bawah London merupakan ide buruk yang lembab, terowongan berbau busuk di luar jangkauan cahaya, atau kehidupan, jalan-jalan yang dihuni oleh tikus, direndam dengan tetesan selokan, dan diracuni oleh gas". Memang di jaringan tube ini hidup sekitar setengah juta tikus, namun kondisinya tidak seburuk yang ditulis The Times of Londong.

Setelah berjalan 150 tahun, angkutan kota bawah tanah di London ini ditiru di berbagai kota besar di seluruh dunia. Metropolitan Line di London ini terus berkembang dan sampai saat ini menghubungkan berbagai sudut London dan wilayah pinggirannya.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya