Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik

Budaya Makan Nasi Bisa Membuat Indonesia Bangkrut

Jumat, 17 Mei 2013

KONSUMSI per kapita masyarakat Indonesia, merupakan yang terbesar di dunia. Salah satu penyumbang terbesar terhadap tingkat konsumsi ini, adalah budaya makan nasi alias beras. 

Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution mengungkapkan bahwa kebiasaan makan nasi masyarakat Indonesia, memberikan dampak buruk terhadap tingkat inflasi. "Bicara soal inflasi, ada kaitannya dengan demand side soal budaya makan. Indonesia itu adalah negara terbesar di dunia yang dilihat dari sisi konsumsi per kapita, terutama beras," ungkapnya saat menghadiri acara Rakornas IV TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) di Jakarta, awal bulan Mei 2013. 

Menurut Darmin, masyarakat Indonesia secara perlahan harus mengurangi kebiasaan makan nasi. Apabila hal ini tidak dilakukan sejak sekarang, maka Indonesia terpaksa harus terus mengimpor beras, karena produksi dalam negeri sangat tidak cukup memenuhi kebutuhan masyarakat akan beras yang sangat tinggi. Kebutuhan beras yang sangat tinggi, berpengaruh besar terhadap laju inflasi di Tanah Air. 

Darmin mencontohkan, inflasi Indonesia terus menerus berada di level 4%, sedangkan Filipina sekitar 3%-4% dan inflasi Malaysia serta Thailand justru lebih rendah yakni 2%-3%. "Kalau Indonesia tidak bisa memperbaiki kondisi inflasi di tahun-tahun mendatang, maka saat ASEAN Community nanti, Indonesia akan kalah dengan negara lain," ujarnya. 

Mengingat persoalan inflasi telah masuk ke area budaya, maka masyarakat harus mau mengubah budaya makan nasi yang ternyata tidak cocok lagi dengan kondisi negara saat ini. Masyarakat harus mulai mengganti beras dengan makanan lain, contohnya umbi-umbian atau jagung. 

Sejumlah daerah sudah melakukan hal ini, seperti di Kota Cimahi yang sudah mulai menjadikan ketela pohon atau singkong atau sampeu menjadi makanan utama pengganti nasi. Masyarakat di Kampung Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi sudah sejak lama mengganti nasi dengan sampeu. Seluruh makanan yang mereka konsumsi berbahan dasar sampeu yang sudah mereka olah, termasuk nasi yang mereka konsumsi pun terbuat dari sampeu. Di lain kesempatan, kisuta.com akan menampilkan Kampung Cireundeu yang terkenal dengan kemampuannya mengolah sampeu menjadi berbagai macam jenis penganan.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya