Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan

Senam Otak, Cara Cerdas yang Sehat

Jumat, 17 Mei 2013

BRAIN gym alias senam otak. Apa itu? Apakah mungkin melakukan senam otak? Apa manfaatnya? Siapa saja yang bisa melakukannya?

Pertanyan demi pertanyaan langsung menari-nari di benak penulis, saat seorang teman memberikan informasi tentang brain gym alias senam otak yang sedang in. Kalau senam tubuh, itu sih sudah biasa. Tapi ini, senam otak, sepertinya njelimet.

Menurut sang teman, saat ini banyak artikel di internet yang membahas soal senam otak. Bahkan sudah ada beberapa lembaga yang menyelenggarakan work shop atau seminar senam otak, bahkan kursus senam otak .

Brain gym dipelopori oleh Paul E. Dennison, Ph.D. dari Amerika Serikat yang tujuan awalnya untuk mengatasi kesulitan belajar di kalangan anak-anak. Amerika Serikat memang negara pencetus brain gym, sehingga banyak masyarakatnya yang sudah melakukan brain gym dan merasakan manfaatnya. National Learning Foundation di Amerika Serikat misalnya, menjuluki senam ini sebagai teknik belajar paling baik.

Brain gym yang diciptakan Dennison, merupakan suatu rangkaian gerakan yang disusun untuk mengoptimalkan kemampuan otak seseorang. Dennison membagi otak dalam tiga bagian yaitu dimensi kanan-kiri yang berperan dalam komunikasi, dimensi depan-belakang untuk pemahaman, dan dimensi atas-bawah untuk mengatur. Nah, latihan-latihan dalam brain gym diharapkan bisa mengaktifkan tiga dimensi otak tersebut.

Brain gym termasuk kegiatan yang fleksibel, karena dapat dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Brain gym bisa dilakukan oleh bayi berusia 4 bulan hingga orang lanjut usia. “Kegiatan brain gym merupakan gerakan yang simpel, menarik dan bermanfaat”, tutur psikolog Erna Marina Kusuma, M. Psi.

Brain gym bagi para manula, bermanfaat untuk mencegah kepikunan, maupun membantu pemulihan bagi para penderita stroke. Sedangkan untuk anak-anak, brain gym di antaranya untuk membantu mereka yang memiliki masalah gangguan belajar, serta dapat menjadi salah satu perantara yang mengintegrasikan seluruh terapi yang telah dilakukan oleh anak-anak berkebutuhan khusus.

Secara umum, brain gym bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi serta menajamkan daya ingat. Namun tidak sembarang gerakan yang bisa dilakukan untuk mengoptimalkan saraf otak, sehingga Dennison membuat serangkaian gerakan khusus yang terpadu untuk menstimulasi perkembangan saraf otak.

Meskipun brain gym bisa dilakukan tanpa menggunakan alat bantu dan tidak akan menimbulkan efek samping apapun bagi yang melakukannya, namun untuk melakukannya tetap dibutuhkan instruktur berlisensi, agar tidak terjadi salah pengertian terhadap gerakannya.

Brain gym memang tidak dapat menyembuhkan suatu penyakit, namun dengan rutin melakukan brain gym, maka sel-sel tubuh akan distimulasi agar bekerja optimal, sehingga dapat mencegah datangnya penyakit. Untuk mengefektifkan manfaat brain gym, Anda dapat melakukannya pada pagi hari dalam kurun waktu 5 sampai 15 menit agar otak siap dan seimbang untuk memulai aktivitas.

Menurut Erna, durasi serta tahapan brain gym bagi anak-anak dan remaja dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka dalam menuntaskan masalahnya. Bagi anak yang berkebutuhan khusus, brain gym dapat dilakukan berulang kali dalam sehari namun dalam waktu yang sangat singkat, yaitu sekitar 2 sampai 5 menit.

Bagi remaja yang sedang mencari jati diri, brain gym sangat bermanfaat untuk menstabilkan emosi dan pikiran, sehingga mereka bisa lebih fokus terhadap apa yang menjadi prioritas penting. Selain memiliki kecenderungan cedera yang sangat kecil, kegiatan brain gym pun tidak akan berpengaruh bila dihentikan, karena brain gym tidak terikat batas waktu.

Jika Anda sudah mengetahui manfaat brain gym dan tertarik melakukannya, tidak ada salahnya mendapatkan informasi yang tepat dari psikolog maupun dokter.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya