Perempuan Harus Tinggal di Rumah, "Memproduksi" 3 atau 4 Anak
PEREMPUAN harus tinggal di rumah dan memiliki tiga atau empat anak untuk membantu mengatasi krisis populasi di Jerman. Bukan main-main, ini pernyataan seorang kardinal.
Kardinal Joachim Meisner, Uskup Agung Katolik Roma dari Cologne, telah mengkritik kebijakan Kanselir Jerman Angela Merkel yang berusaha menarik imigran untuk bekerja di negara itu.
Dia mengatakan, perempuan harus didorong untuk menghasilkan lebih banyak anak untuk meningkatkan populasi Jerman dan mengatakan Merkel menggunakan imigrasi untuk memecahkan masalah demografis Jerman.
Dalam serangan berskala luas atas kebijakan Merkel, kardinal ini mengatakan kepada surat kabar Jerman Stuttgarter Zeitung: "Kami adalah orang-orang yang sekarat, tetapi memiliki undang-undang yang sempurna untuk aborsi. Bukankah itu bunuh diri masyarakat?"
Jerman memiliki angka kelahiran terendah di Eropa hanya 1,36 anak per wanita dan peramal memprediksi populasi 83 juta negara ini akan menyusut menjadi 70 juta pada tahun 2050 jika angka kelahiran tidak meningkat.
Kardinal Meisner (79) mengatakan: "Di mana wanita benar-benar mendorong publik untuk tinggal di rumah dan melahirkan tiga, empat anak ke dunia?"
"Ini adalah apa yang harus kita lakukan dan tidak, saat Merkel melakukannya sekarang, hanya menghadirkan imigran sebagai solusi untuk masalah demografis," katanya dalam sebuah wawancara dengan Stuttgarter Zeitung.
Pemerintah Jerman menghabiskan jutaan euro per tahun untuk mencoba mendorong perempuan memiliki lebih banyak anak.
Berlin telah meningkatkan subsidi bulanan bagi setiap keluarga dalam beberapa tahun terakhir tetapi masih sedikit efeknya pada tingkat kelahiran.
Kardinal Meisner mengatakan ada kebutuhan mendesak untuk 'menciptakan iklim' di Jerman yang mendorong perempuan untuk memiliki lebih banyak anak.
Dia mengatakan nilai lebih harus ditempatkan pada peran ibu dan ayah dan membandingkan kebijakan keluarga ala pemerintah Merkel dengan yang di Jerman Timur dulu.
Dia mengatakan di bawah pemerintahan Komunis, wanita yang memilih untuk tidak bekerja untuk membesarkan anak-anak diklasifikasikan sebagai 'gila'.
Komentar Kardinal Meisner ini telah menuai kritik dari perempuan Jerman.
Annegret Laakmann, presiden kelompok Katolik Women's Dignity, mengatakan kepada Daily Telegraph: "Usia tidak selalu membawa kebijaksanaan. Gereja tidak dapat menyeret perempuan kembali ke dapur. Kita tidak hidup di tahun 1940-an."
Jerman telah menyelenggarakan skema magang massal bagi kaum muda pengangguran dari Spanyol dan Portugal. Namun Kardinal Meisner mengatakan kebijakan itu "merenggut pemuda dan masa depan" kedua negara.
Dia berargumen bahwa 5.000 orang pada skema ini seharusnya dilatih dan kemudian dikirim kembali ke negara mereka untuk membantu membangun kembali setelah efek merusak dari krisis perbankan dan penghematan.* das - kisuta.com


