Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi

Aktor Tampan Brad Pitt Menderita Penyakit Buta Wajah

Sabtu, 25 Mei 2013

JIKA Anda sering dianggap sombong karena tidak menyapa saat bertemu orang yang Anda kenal, mungkin Anda terkena penyakit prosopagnosia. Nama penyakit ini menggunakan bahasa Yunani “prosopon” yang berarti wajah dan “agnosia” yang berarti ketidaktahuan. Singkatnya, prosopagnosia berarti penyakit buta wajah.

Salah satu artis yang menderita penyakit ini, adalah aktor tampan Brad Bitt. Dalam sebuah wawancara dengan majalan Esquire, Brad Pitt mengaku mempunyai kesulitan dalam mengenali wajah seseorang. Tak heran jika dirinya sering dianggap sombong karena tak menyapa orang-orang yang pernah ditemuinya. Kondisi ini membuatnya tertekan.

"Begitu banyak orang membenci saya karena mereka mengira saya tidak menghargai mereka," keluh suami Angelina Jolie ini.

Brad Pitt mengaku, harus dibantu orang lain untuk mengenali seseorang yang menyapanya. Dia butuh bantuan tentang di mana dan kapan bertemu dengan orang tersebut serta petunjuk-petunjuk kecil yang diperlukannya untuk menyapa balik. Kondisi tersebut telah membuatnya tertekan dan tidak nyaman.

Anda pasti penasaran, penyakit seperti apa sebenarnya prosopagnosia hingga membuat penderitanya merasa tertekan dan tidak nyaman. Seorang profesor psikologi dari Harvard bernama Ken Nakayama, mengatakan, ada sekitar 100 kasus prosopagnosia yang berhasil didokumentasikan sampai beberapa tahun yang lalu.

Yang mengejutkan, dari hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 50 warga AS mengidap prosopagnosia. "Itu besar. Ini adalah kejutan yang nyata," kata Dr Thomas Gruter dari Institute of Human Genetics di Munster, Jerman yang meneliti tentang prosopagnosia sekaligus mengidap penyakitnya.

Gejala prosopagnosia bervariasi, setiap penderita mempunyai gejala yang berbeda. Hanya biasanya, penderitanya tidak memiliki kesulitan membedakan antara mata dengan hidung, atau mengenali bahwa bagian tubuh tersebut adalah wajah. Yang sulit adalah mengenali karakteristik yang sama ketika melihat wajah untuk kedua kalinya. Pada beberapa kasus yang cukup ekstrim, penderita penyakit ini bahkan tidak bisa mengenali wajahnya sendiri di cermin.

Penelitian juga menemukan bahwa pengidap prosopagnosia cenderung memiliki kerabat yang memiliki frekuensi gangguan lebih tinggi dari biasanya. Gangguan ini nampaknya disebabkan oleh adanya kecacatan dalam gen. Jadi jika seseorang mengidap prosopagnosia, maka ada kemungkinan 50 persen anaknya akan memiliki kondisi yang sama.

Sayangnya, stigma sosial yang melekat terhadap pengidap penyakit ini adalah dianggap malas atau tidak peduli. Memang, pada sejumlah penderita prosopagnosia, mereka enggan keluar rumah karena menghindari orang-orang yang pernah bertemu. Mereka khawatir tak bisa mengenali orang-orang tersebut, sehingga akhirnya mengurung diri di rumah dan mengundang anggapan sebagai orang yang tidak peduli.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya