Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Bryophyte

Terlahir Kembali Setelah Membeku Ratusan Tahun

Senin, 3 Juni 2013

MEMBEKU selama 400 tahun atau 600 tahun, tanaman sejenis lumut dari spesies bryophyte yang berasal dari zaman es, ditemukan kembali tumbuh dan menghijau. Tanaman purba ini ditemukan di gletser Arktik Kanada atau tempatnya di kawasan Teardrop Glacier, Pulau Ellesmere di Kutub Utara Kanada. Bryophyte bisa "terlahir kembali" setelah lapisan es yang menutupinya mencair.

Menurut BBC News, penemuan yang mengejutkan dunia ini, dilaporkan oleh para peneliti dari University of Alberta, Kanada yang mengeksplorasi wilayah sekitar Gletser Teardrop, di wilayah ketinggian Arktik Kanada. Salah seorang peneliti sekaligus penulis utama penelitian tersebut, Catherine La Farge kepada BBC News mengungkapkan, gletser di wilayah Arktik mencari dengan cepat sejak 2004, sekitar 3-4 meter per tahun.

"Kami berjalan di sepanjang tepi gletser dan melihat populasi besar keluar dari bawah gletser yang tampaknya berwarna kehijauan," ujar La Farge.

Saat melihat tanaman yang hidup antara tahun 1550-1850 itu secara mendetail, tim memutuskan untuk membawanya ke laboratorium. “Saat di laboratorium, saya sadar ada batang-batang yang tumbuh baru di cabang lateral, dan saya tahu tanaman ini sedang beregenerasi di lapangan, dan saya sangat terkejut," katanya masih dengan rasa takjub.

Tanaman yang beku selama zaman es berabad-abad yang lalu berhasil “ditumbuhkan” kembali di laboratorium. Penumbuhan kembali tanaman ini memberi implikasi bagaimana ekosistem dapat dipulihkan dari periode zaman es.

Wikipedia menjelaskan, bryophyte merupakan sekumpulan tumbuhan kecil yang termasuk dalam bryophytina. Tumbuhan ini telah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ penyerap hara dan organ fotosintetik, namun belum memiliki akar dan daun sejati.

Byophyte berbeda dari tanaman darat umumnya. Mereka memiliki jaringan pembuluh darah yang membantu cairan beredar di bagian yang berbeda. Mereka dapat bertahan hidup di lingkungan yang benar-benar kering di musim dingin dan tumbuh di masa yang lebih hangat.

Bryophyte memiliki kemampuan alami untuk menutup fisiologis selama pengeringan dan hidup kembali ketika kondisinya membaik. Ini bisa menjelaskan umur panjang dari tanaman yang ditutupi oleh es selama lima abad. Kesederhanaan anatomi dan fisiologi lumut ini menunjukkan bahwa makhluk hidup ini mampu beradaptasi dengan lingkungan iklim ekstrem.

Penemuan lumut berusia ratusan tahun yang “terlahir kembali” ini, bukan temuan unik pertama di Arktik. Sebulan sebelumnya, ilmuwan menemukan bukti terdapat unta kuno--seperti yang sekarang ditemukan di gurun Sahara--di Arktik Kanada, 3,5 juta tahun lalu.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya