Tolak Pakai Jersey Berlogo Perusahaan "Riba"
MENJADI minoritas bukanlah sesuatu yang mudah, apalagi jika itu terkait keyakinan. Dibutuhkan ketahanan mental, keyakinan yang kuat serta kemampuan beradaptasi yang ekstra untuk tetap eksis sebagai minoritas. Itulah kira-kira tantangan yang dihadapi oleh para pemain bola Muslim di kancah persepakbolaan Eropa.
Seperti yang saat ini dialami salah seorang striker yang juga pencetak gol terbanyak New Castle United di kompetisi Liga Inggris, Papis Demba Cisse. Pemain bola yang pernah menjadi sopir ambulans di negaranya, Senegal ini sedang “berperang” dengan klubnya terkait jersey baru. New Castle United rencananya akan menggunakan seragam baru untuk musim depan dengan sponsor Wonga. Cisse menolak menggunakan seragam baru yang disponsori oleh Wonga, perusahaan simpan pinjam ternama di Inggris.
Cisse meyakini bahwa usaha simpan pinjam yang dijalankan Wonga termasuk riba. Sebagai seorang muslim, Cisse jelas menolaknya karena menurut agama Islam yang dianutnya, riba termasuk haram. Cisse berkeyakinan bahwa menggunakan kostum berlabel Wonga pun termasuk haram.
Sikap keras yang diperlihatkan Cisse sangat mengejutkan dunia sepak bola, apalagi hal ini dilakukan oleh pemain sepak bola muslim. Namun, bagi Cisse sikapnya tersebut sudah sesuai dengan agama Islam, sehingga tidak ada kompromi untuk urusan yang menyangkut keyakinannya tersebut.
Sikap Cisse ini, jelas membuat pusing manajemen New Castle United yang sedang didera krisis keuangan. Di satu sisi mereka membutuhkan kucuran dana yang besar dari Wonga, tetapi di sisi lain mereka juga belum mau kehilangan Cisse setelah striker mereka, Demba Ba hijrah ke Chelsea. Selama dua musim, Cisse merupakan andalan lini depan Newcastle.
Menurut Direktur New Castle United, ada beberapa opsi yang bisa diambil New Castle United terkait masalah Cisse. Di antaranya, melego Cisse ke klub lain. Bukan hal sulit untuk melego Cisse, banyak klub yang berminat memboyongnya, di antaranya klub kaya Rusia , Anzi Makachkala.
Opsi kedua, adalah memperbolehkan Cisse mengenakan kostum Newcastle polos tanpa label Wonga. Hal itu pernah dilakukan Sevilla terhadap Frederic Kanoute ketika mereka disponsori situs judi 888.com. Ketika itu Sevilla menutup kaos Kanoute yang bertuliskan 888.com dengan bahan warna putih sehingga Kanouete tetap merumput bersama Sevilla dan menjadi goal getter handal di Liga Spanyol.
Apabila kasus Cisse ini tidak menemukan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak, bukan tidak mungkin New Castle United menjual Cisse dan lebih mempertahankan kerja sama sponsorship dengan Wonga guna mencegah krisis keuangan yang tengah mendera klub.
New Castle United sebenarnya mempunyai beberapa pemain muslim, yaitu Hatem ben Arfa dan Cheik Tiote. Namun sejauh ini keduanya belum menunjukkan sikapnya terhadap kostum baru tersebut.
New Castle United merupakan salah satu klub sepakbola yang mempunyai toleransi tinggi terhadap pemainnya yang beragama Islam. Salah satunya dengan mendirikan masjid di lingkungan home base mereka, Stadion Direct Arena, New Castle.* Ati Suprihatin - kisuta.com


