Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan

Kepribadian Ganda di Kalangan Remaja

Jumat, 14 Juni 2013

KEPRIBADIAN ganda atau Dissociative identity disorder (DID) atau biasa juga disebut dengan multiple personality disorder, merupakan suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain, jadi orang tersebut memiliki kepribadian lebih dari satu.

Orang yang memiliki kepribadian ganda tidak akan bisa menyadari bahwa orang tersebut memiliki kepribadian ganda, bahkan orang tersebut tidak akan menyadari saat pergantian kepribadiannya itu karena perpindahannya terjadi secara otomatis tergantung sikon yang sedang di alami orang tersebut.

Kepribadian yang satu dengan yang lainnya pun tidak saling mengenali, karena orang tersebut tidak bisa menyadari kalau dia memiliki kepribadian lebih dari satu. Bahkan biasanya kepribadian yang dimiliki bisa sangat berbeda drastic dari kepribadian yang satu dengan yang lain. Contohnya, pada kepribadian yang satu dia sangat baik, pendiam dan cenderung sangat pemalu, tetapi dalam kepribadiannya yang satu lagi dia bisa saja menjadi orang yang jahat, kejam, brutal dan sadis.

Hal ini biasanya disebabkan oleh trauma parah yang dialami sejak dini atau masih dalam usia anak-anak. Trauma parah tersebut bisa disebabkan oleh sesuatu yang ekstrem seperti kekerasan fisik, kekerasan mental, kekerasan seksual, dan kekerasan emosional secara berulang, sehingga anak tersebut memiliki trauma dan cenderung menyebabkan rasa dendam di dalam dirinya yang kemudian muncul secara tidak sadar saat ia mulai beranjak dewasa.

Di kalangan remaja, kita seringkali melihat berbagai karakter yang sangat beragam. Banyak sekali kejadian-kejadian yang membuat kita tidak percaya bahwa kejadian itu menimpa kepada anak tersebut, seperti contohnya ada anak yang saat berada dalam lingkungan sekolahnya cenderung memiliki sikap yang pendiam, ramah, baik dan santun. Tetapi sangat berbeda drastis dengan sikap dia di rumah, brutal dan kasar.

Hal ini bisa saja disebabkan oleh kondisi anak yang sering ditindas di sekolahnya, sehingga ia melampiaskan kekesalannya pada saat di rumah. Ada juga anak yang sangat baik sekali di lingkungannya, tetapi ternyata dia terbukti membunuh rekannya sendiri. Menurut pengakuannya, ia sama sekali tidak menyadari saat ia membunuh rekannya tersebut.

Sangat sulit sekali untuk mengetahui apakah seseorang memiliki kepribadian ganda atau tidak, karena kelainan tersebut tidak dapat disadari oleh orang-orang yang memilikinya. Kita dapat mengetahuinya hanya pada sikon-sikon tertentu yang dapat memicu terjadinya pergantian kepribadian yang dimiliki oleh orang tersebut.* Muthia Agustinah - kisuta.com

(Penulis adalah Mahasiswa Jurusan MRL, FP IPS – Universitas Pendidikan Indonesia. Tulisan ini telah dimuat di "Opini UPI".)


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya