Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Bukit Coklat

Sensasi Keindahan Ribuan Bukit Kapur

Senin, 17 Juni 2013

PUNCAK dari ribuan bukit menyembul indah di antara hijaunya pepohonan, sungguh pemandangan yang menakjubkan. Antara satu bukit dengan bukit lainnya, seperti berlomba “mencuri” perhatian wisatawan yang mengarahkan pandangannya ke arah hamparan bukit-bukit sepanjang 50 kilometer yang tersebar di Kota Carmen, Batuan, dan Kota Sagbayan yang masuk Provinsi Bohol, Filipina. Setiap kota memiliki sebuah area untuk melihat pemandangan Bukit Coklat ini, namun yang paling ramai dikunjungi wisatawan adalah di Kota Carmen.

Saat musim kemarau, puncak bukit-bukit kapur itu terlihat berwarna kecoklatan. Kemarau menyebabkan kekeringan dan warna daun-daun pepohonan yang tumbuh di sekitarnya menjadi coklat, sehingga dari jauh puncak-puncak bukit terlihat seperti gundukan coklat. Ini sebabnya kawasan ini disebut sebagai “Bukit Cokelat” atau “The Chocolate Hills”. Saat musim hujan tiba, puncak-puncak bukit yang jumlahnya sekitar 1.260 ini akan terlihat hijau menyala dan segar. Apabila ingin menikmati pemandangan “Bukit Cokelat”, kunjungilah tempat ini saat musim kemarau.

Meskipun “Bukit Coklat” terbentuk karena faktor alam, namun ada legenda yang hidup di penduduk sekitar tentang kawasan ini. Menurut legenda, ada satu kota yang diganggu seekor kerbau raksasa. Kerbau ini memakan seluruh tanaman di kota, sehingga membuat khawatir penduduk. Untuk mencegah kerbau raksasa menghabisi tanaman, maka penduduk mengumpulkan semua makanan basi dan menemparkannya di sekitar tanaman. Tujuannya, supaya kerbau tersebut tidak mau memakan tamanan lagi.

Sayangnya usaha penduduk tidak berhasil, karena sang kerbau tetap memakan tanaman penduduk. Namun, akibat makan tanaman yang sudah tercampur dengan makanan basi, kerbau pun sakit perut dan buang air besar. Nah, bukit-bukit yang terhampar inilah yang dianggap sebagai kotoran kerbau raksasa yang sudah kering.

Ada juga legenda yang mengatakan bahwa bukit-bukit coklat itu merupakan air mata seorang raksasa yang jatuh cinta pada gadis setempat. Sementara itu, legenda masyarakat Bohol menceritakan bahwa “Bukit Coklat” terbentuk karena pada zaman dahulu ada dua raksasa yang berkelahi sambil saling melemparkan batu dan pasir. Ketika mereka telah selesai dan meninggalkan tempat tersebut, mereka meninggalkan begitu saja sisa-sisa pertempurannya sehingga menjadi Bukit Coklat seperti yang dapat dilihat sekarang ini. Selain tiga legenda yang sudah disebutkan tadi, masih ada satu legenda lagi yang menceritakan awal terbentuknya bukit-bukit tersebut.

Secara geologis, “Bukit Coklat” ini terbentuk pada jutaan tahun lalu, yang dulunya merupakan gundukan kapur. Gundukan kapur ini kemudian melebur karena hujan, air permukaan, dan juga erosi dari sungai yang bergabung dengan proses tektonik hingga menjadi perbukitan. Bukit-bukit ini kemudian terpisahkan dengan adanya dataran-dataran datar yang mengandung banyak gua-gua dan mata air.

Apabila Anda mengunjungi Filipina, maka “Bukit Coklat” harus menjadi salah satu agenda kunjungan. Selain indah, suasana di sekitarnya masih sangat alami karena merupakan daerah pegunungan dengan udaranya yang segar.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya