Nyaris Punah, Katak Biru Safir Berhasil Dikembangbiakan
UMUMNYA katak berwarna hijau atau coklat. Agak aneh kalau kita melihat katak berwarna biru safir. Di Amerika Selatan dan Tengah, ada satu spesies katak asli kawasan ini yang bernama Dendrobatidae.
Katak biru ini beracun, sehingga oleh suku pribumi Indian sering disebut katak panah. Suku Indian menggunakan
racun katak ini di ujung panahnya sebagai senjata.
Walaupun semua dendrobatids beracun, namun tingkat toksisitasnya bervariasi. Warna juga berhubungan dengan tingkat toksisitas alkaloid.Katak dengan warna biru terang, memiliki tingkat alkaloid tinggi. Sedangkan yang warnanya sama-samar, cenderung tidak beracun.
Sebagian besar katak biru ini mempunyau ukuran tubuh sebesar 1,2 cm untuk katak dewasa. Namun ada juga katak yang berukuran hingga 6 cm. Para pakar Inggris telah berhasil mengembangbiakan spesies katak langka yang sangat beracun dan mampu membunuh sepuluh orang dengan bisanya.
Di habitat aslinya di Amerika Selatan dan Tengah, katak biru menghadapi kepunahan. Saat ini, katak ini hanya bisa ditemukan di hutan tropis Kosta Rika dan Brasil.
Baru-baru ini kabar gembira datang dari ahli hewan di Walford dan North Shropshire College, Inggris. Meeka telah berhasil mengembangbiakkan salah satu amfibi mematikan ini di laboratorium mereka.
Simon Metcalfe, teknisi hewan yang memimpin proyek itu mengatakan, "Setelah meneliti kondisi lingkungan yang dipersyaratkan dan mengamati perilaku mereka berkembang biak, beberapa penyesuaian dibuat dan kami menunggu telur pertama diletakkan."
"Sekarang semua penelitian dan usaha kami telah terbayar dan katak kecil pertama kami pindahkan keluar dari air menuju lahan kering," tutur Simon seperti dikutip Daily Mail.* Ati Suprihatin - kisuta.com


