Katak Spesies Baru dari "Lost World" Papua
PEGUNUNGAN Foja, Mamberamo, Papua merupakan inkubator yang sempurna untuk keanekaragaman hayati. Kawasan berjuluk “Lost World” ini, nyaris tak terjamah manusia karena tak ada akses yang menghubungkannya dengan dunia luar.
Pegunungan Foja adalah rangkaian gunung yang terletak di sebelah utara Sungai Mamberamo di kawasan Papua dengan titik tertinggi pegunung ini mencapai 2.193 m. Secara administrative, Pegunungan Foja masuk wilayah Kabupaten Mamberamo Raya dan Kabupaten Sarmi, Papua. Di kawasan pegunungan ini terhampar suaka margasatwa seluas 1.442.500 hektar dengan luas hutan hujan sekitar 300.000 hektar yang masih belum terjamah manusia.
Pegunungan Foja merupakan tempat yang ideal bagi para peneliti karena diyakini sebagai tempat hidup bagi sejumlah binatang amphibi yang sebagian merupakan spesies baru. Di pegunungan ini, ditemukan sejumlah spesies baru fauna, salah satunya katak Pinokio karena memiliki bagian tubuh yang memanjang di mukanya. Spesies baru bernama Litoria sp nov ini ditemukan oleh tim ekspedisi Conservation International’s Rapid Assessment Program (RAP) tahun 2008.
Selain menemukan katak Pinokio, tim yang terdiri dari 17 ilmuwan dan 30 aktivis alam lokal ini menemukan beberapa spesies baru flora dan fauna, di antaranya tikus besar berbulu, tokek bermata kuning berjari bengkok, merpati kaisar, walabi kerdil (Dorcopsulus sp nov) anggota kanguru terkecil di dunia, serta seekor kanguru pohon berjubah emas yang sudah sangat langka penampakannya, dan sangat terancam keberadaannya karena perburuan dari bagian wilayah Guinea Baru lainnya.
Kejutan terbesar dari ekspedisi itu datang ketika seorang ornitologis, Neville Kemp, melihat sepasang merpati kaisar yang baru ditemukan (Ducula sp nov) dengan bulu-bulu yang terlihat berkarat, agak putih, dan abu-abu. Temuan lainnya yang direkam selama survei RAP itu, antara lain, kelelawar kembang baru (Syconycteris sp nov) yang memakan sari bunga dari hutan hujan, seekor tikus pohon kecil (Pogonomys sp nov), seekor kupu-kupu hitam dan putih (Ideopsis fojana) yang memiliki hubungan dengan jenis kupu-kupu raja pada umumnya, dan semak belukar berbunga yang baru (Ardisia hymenandroides).
Katak Pinokio mirip tokoh kartun Pinokio, memiliki benjolan panjang pada hidung seperti pinokio yang akan menjulur keluar ketika berbunyi memanggil kawanannya dan kembali beringsut ketika sudah tidak aktif lagi. Katak ini ditemukan herpetologis, Paul Oliver yang secara tak sengaja melihatnya sedang duduk di kantong beras di perkemahan tim. Penemuan tak sengaja ini menjadi “kekayaan” fauna Indonesia yang menjadi bagian dunia.* Ati Suprihatin - kisuta.com


