Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah

Patung Dewa Kematian Itu Bisa Berputar Sendiri

Jumat, 28 Juni 2013

KUTUKAN Firaun Tutankhamen dikatakan telah menewaskan lebih dari 20 orang. Sebaliknya, kutukan Neb-Senu hanya sedikit merepotkan bagi kurator museum.

Selama beberapa hari, patung Mesir setinggi sepuluh inci ini secara bertahap telah berputar untuk menghadapi belakang lemari kaca yang terkunci di mana ia ditampilkan, dan harus dibalikkan lagi dengan tangan.

Bagi mereka yang menyukai cerita-cerita piramida berhantu dan mumi berjalan mungkin menganggap misteri relik berusia 4.000 tahun, yang dipersembahan kepada Osiris, dewa orang mati, sebagai hal yang aneh dalam Egyptologi dalam beberapa dekade.

Bagi yang lainnya, termasuk fisikawan TV Profesor Brian Cox, memiliki penjelasan yang lebih membumi untuk gerakan berputar patung itu.

Apapun penjelasannya, teka-teki ini tentu tidak akan mengurangi jumlah pengunjung ke Manchester Museum, Inggris tempat patung ini dipajang.

Patung yang berputar lambat ini telah terekam dalam film oleh kamera selang-waktu, dan kurator Campbell Price (29) mengatakan ia percaya mungkin ada penjelasan spiritualnya.

"Saya melihat suatu hari patung itu telah berbalik," katanya. "Saya pikir itu aneh karena ia ada di dalam kaca dan saya satu-satunya yang memiliki kunci. Saya kembalikan posisinya, tapi kemudian hari berikutnya ia telah pindah lagi," tambahnya.

"Ada kepercayaan di Mesir Kuno bahwa jika mumi ini hancur maka patung tersebut dapat bertindak sebagai wadah alternatif bagi roh. Mungkin itulah yang menyebabkan gerakannya," tutur Price.

Patung ini, dibuat oleh salah seorang Neb-Senu pada sekitar 1800 sebelum Masehi, disumbangkan ke museum pada tahun 1933, dan sejak itu tidak pernah berpindah tempat lagi.

Video mereka telah merekam patung itu berputar ke kiri selama tiga hari sampai menghadap belakang. Bahkan lebih misterius, tampaknya ia berputar hanya pada siang hari, dan tidak berubah lebih dari 180 derajat. Beberapa orang, termasuk Profesor Cox, menduga bahwa getaran yang disebabkan oleh pengunjung yang membuat patung itu berputar di rak kaca.

Price mengatakan: "Brian menganggap itu 'gesekan diferensial' di mana dua permukaan, batu dari patung dan kaca rak itu, menyebabkan getaran halus yang membuat pergerakan patung. Tetapi itu telah ada di permukaan sejak kami memilikinya dan tidak pernah dipindahkan sebelumnya."

"Dan mengapa patung itu berputar dalam lingkaran yang sempurna? Ini akan menghebohkan jika seseorang bisa memecahkan misteri itu," ujar Price seperti dikutip laman Mail Online.* Aya - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya