Selasa, 2 Juni 2026
Sosok Inspirasi
Tim Cook

CEO Apple Itu Tolak Dividen Rp 675 Miliar

Minggu, 7 Juli 2013

ANEH, ada orang menolak uang sebesar US$ 75 juta. Padahal uang yang nilainya setara dengan Rp 675 miliar itu, merupakan haknya.

Siapa sih orang yang melakukan tindakan yang bagi sebagian orang dianggap sangat bodoh itu? Dia adalah Tim Cook, CEO Apple. Pria yang menggantikan Steve Jobs, pendiri Apple itu benar-benar menolak bonus resmi yang menjadi dividen dari 1 juta lembar saham Apple yang dimilikinya.

Ketika Steve Jobs menjalani perawatan karena penyakitnya, Cook ditunjuk Apple untuk mengelola perusahaan. Atas kerja kerasnya tersebut, Cook mendapat bonus berupa 1 juta lembar saham. Separuh saham tersebut tidak bisa dicairkan hingga tahun 2016 dan separuhnya lagi batu bisa dicarikan pada tahun 2021.

Diberitakan Wall Street Journal, mulai Juli 2013, Apple membayarkan dividen kuartalan sebesar US$ 2,65 per saham. Dividen dibagikan juga kepada seluruh karyawan atas kepemilikan saham di Aplle.

Sampai sekarang masih belum diketahui, apa alasan Tim Cook menolak menerima deviden tersebut. Manajemen Apple enggan memberikan keterangan atas penolakan itu.

Badan Pengawas Pasar Modal Amerika Serikat atawa Securities and Exchange Commision mengungkapkan, Cook tidak akan mengambil dividen sebesar US$ 75 juta yang menjadi haknya. "Atas permintaan Cook, tidak ada saham miliknya yang akan memperoleh dividen," bunyi surat itu.

Penolakan Cook untuk tidak menerima dividen, sepertinya bisa dipahami jika kita mengetahui pendapatannya sebagai CEO Apple. Cook yang oleh Majalah Forbes dinobatkan sebagai 58 orang paling berpengaruh ini, mempunyai gaji pokok sebesar US$ 900.000.

Cook disebut-sebut sebagai CEO dengan gaji terbesar di Amerika Serikat. Menurut Wall Street Journal, tahun 2012 penghasilan Cook mencapai US$ 378 juta. Tidak mengherankan, karena sejak dia memimpin Aplle, nilai pasar perusahaan mengalami peningkatan setara US$ 140 miliar. Awal tahun ini, harga saham Apple telah mencapai puncak pada harga 644 dollar AS per saham. Lonjakan ini membuat Apple sebagai perusahaan paling berharga di seantero dunia.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya