SMS Berujung Maut
TAK terima dengan isi short message service (SMS), lima pelajar nekad menganiaya temannya hingga tewas. Korban bernama Nanda Amelia Setyowati yang masih berumur 15 tahun, ditemukan tewas di teras sekolah TK Tunas Wizata Ambarukmo, Caturnunggal, Depok, Sleman pada Senin (8/7/13).
Kondisi mayat Nanda sungguh mengenaskan, karena tubuhnya dipenuhi luka tusukan senjata tajam. Saat ditemukan, mayat Nanda dalam kondisi tertelungkup dengan kepala bersimbah darah.
Menurut pengusutan petugas kepolisian Polres Sleman, Nanda diduga tewas dianiaya teman-temannya sendiri. Tiga orang temannya sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu SS (15), DG (14), dan YS (17). Sedangkan tiga temannya yang lain, sebut saja AY (13) dan EP (13) masih sebagai saksi. Korban dan pelaku adalah pelajar SMP dan SMA.
Peristiwa sadis tersebut berawal dari SMS korban yang dikirimkan kepada pacar YS, yaitu EP. Dalam SMS-nya, korban yang merupakan mantan pacar YS mengatakan bahwa YS hanya bersikap baik jika di depan pacar saja, tetapi jika di belakang tidak.
Tak terima dengan isi SMS tersebut, YS merencanakan bertemu dengan korban. YS mengajak temannya, yaitu SS dan DG. Untuk memancing korban, YS meminta kepada pacarnya untuk mengirim SMS kepada korban untuk menemuinya di sawah dekat sekolah TK.
Korban memenuhi undangan EP. Ternyata di lokasi sudah ada lima orang, termasuk EP. Mereka kemudian ngobrol. Setelah ngobrol, tiba-tiba YS melemparkan batu cor ke kepala korban.
Dari pengakuan para pelaku kepada polisi, sesaat setelah dilempar, korban jatuh dan sempat akan berteriak. Namun DG langsung menusuk korban hingga jatuh pingsan. Melihat korban pingsan, para pelaku membawanya ke areal sekolah TK.
“Di area sekolah TK, penganiayaan berlanjut. Kepala korban dihantam pelaku dengan menggunakan batu cor. Setelah dipastikan meninggal, korban ditinggal. Jasadnya ditemukan seorang pekerja yang hendak mengecat sekolah tersebut,” ungkap Kapolres Sleman, AKBP Hery Sutrisman.* Ati - kisuita.com


