Selasa, 1 September 2026
Herbal & Kesehatan

Rambut Berjilbab pun Harus Dirawat

Kamis, 11 Juli 2013

BAGI wanita berjilbab, merawat rambut sangat penting. Hal ini disebabkan rambut wanita berjilbab jarang terkena udara, sehingga mudah sekali rontok, berketombe, dan kehilangan cahaya.

Menutup kepala dalam waktu lama, memang membuat kepala menjadi panas dan rambut pun ikut-ikutan panas. Akibatnya, rambut menjadi mudah rontok. Sedangkan ketombe disebabkan rambut jarang diangin-anginkan, sehingga keadaan rambut menjadi lembab yang memudahkan ketombe muncul.

Sebaiknya, saat di rumah rambut dibiarkan terkena angin atau udara. Jadi jangan ditutup terus, karena rambut juga perlu udara supaya tidak lembab dan bau.

Biasanya rambut rontok dan ketombe, terjadi saat pertama menggunakan jilbab. Setelah rambut sudah beradaptasi, maka kerontokan dan ketombe dapat dihindari. Tetapi bagaimana pun juga, rambut tetap harus dirawat, supaya keindahannya tetap terjaga. Meskipun menggunakan jilbab, bukan berarti kondisi rambut bisa diabaikan karena tidak terlihat orang.

Meskipun tidak terlihat orang, tetapi akan terasa tidak nyaman dengan rambut yang tidak terawat. Contohnya gatal karena ketombe atau bau karena keringat. Anggapan bahwa rambut berjilbab lebih aman dari pada yang tidak karena tidak terkena polusi udara dan sinar matahari, tidak benar. Apabila rambut dibiarkan dalam keadaan tertutup terus, maka dampak negatifnya sama saja dengan rambut yang dibiarkan terbuka.

Sebaiknya, meskipun selalu tertutup, perawatan pada rambut harus tetap dilakukan seperti keramas 2 kali dalam seminggu dan cream­ bath minimal 1 bulan sekali. Oleh karena saat menggunakan jilbab tidak ada "ventilasi" udara, maka sekali-sekali rambut dibiarkan terbuka untuk "menghirup" udara segar. Keramas setiap hari juga tidak apa-apa, tetapi shampo yang digunakan harus dari jenis yang ringan.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya