Pertama Kalinya, Televisi di Inggris Kumandangkan Azan
ADA yang berbeda dengan bulan Ramadhan di Inggris. Mulai Ramadhan 1434 H/2013, umat Islam di negara berbendera Union Jack ini akan mendengar kumandang azan setiap subuh.
Meskipun kumandang azan ini hanya disiarkan lewat saluran televisi dan hanya berlangsung selama bulan Ramadhan, namun momen ini sangat berarti bagi muslim yang menjadi minoritas di Inggris. Apalagi berlangsung di saat umat Islam melaksanakan ibadah puasa.
Adalah Channel 4, saluran televisi yang menjadi pionir langkah besar ini. Azan Subuh dikumandangkan sejak 9 Juli 2013 pada pukul 3 dinihari selama bulan Ramadhan. Lembaga penyiaran milik publik ini memutuskan melakukan pendekatan kepada audien minoritas, dengan cara menghentikan sejenak siaran film pada jam tersebut selama 20 detik untuk mengingatkan para penontonnya yang beragama Islam.
Siaran azan ini untuk memberikan dukungan kepada Muslim minoritas di negara tersebut yang menghadapi reaksi negatif sejak terjadinya kasus pembunuhan tentara di sebuah jalan di kota London beberapa waktu lalu. Muslim Inggris mengalami masalah sejak terjadinya pembunuhan atas tentara Lee Rigby, veteran perang Afganistan yang berusia 25 tahun, oleh dua orang pria yang terjadi di jalan di kota London pada Mei 2013. Sejak saat itu terjadi banyak demonstrasi menentang Islam, termasuk dugaan serangan ledakan di Islamic Center di London.
Divisi Programmer Channel 4, Ralph Lee mengatakan, setelah terjadi peristiwa mengerikan itu, bisa akan muncul pembalasan berikutnya pada kaum muslim di inggris. “Memberikan suara pada Islam yang moderat menjadi sebuah kebutuhan yang penting saat ini,” katanya.
Lee memahami, kemungkinan stasiun televisinya akan mendapat kritik karena memberikan perhatian khusus kepada kaum minoritas. Namun, ia berharap bahwa program tersebut merupakan upaya media arus utama dalam memberikan kesempatan kepada aturan hukum Islam untuk diketahui publik.
"Panggilan untuk beribadah bagi Muslim ini adalah momen keagamaan yang tenang tetapi kami berharap bahwa hal ini juga membuat penonton yang lain mengetahui mengenai hal tersebut," kata Lee dalam pernyataannya seperti dilansir The Independent, Selasa, 2 Juli 2013.
Menurut Lee, pihaknya merupakan stasiun televisi yang menorehkan sejarah, menjadi stasiun televisi yang pertama kali menyiarkan azan. “Yang melihat bisa merasakan sensasi dari kalimat azan tersebut,” katanya.
Channel 4 juga berusaha menyajikan tayangan yang benar tentang Islam moderat dan memupuskan pandangan orang yang mengaitkan Islam dengan terorisme. Channel 4 akan membuat program khusus Ramadhan juga yang menyiarkan tentang doa-doa Islam dan gaya hidup berpuasa. Stasiun televisi ini juga akan menghadirkan ramalan cuaca serta pengingat saat matahari terbit dan terbenam, untuk menuntun kaum muslim yang sedang menjalankan puasa.
Lee mengatakan, sebagian rakyat Inggris tak memahami tentang ibadah dan makna pengorbanan yang dilakukan oleh umat muslim. Hal ini terjadi karena memang tak banyak stasiun televisi besar yang menyiarkan tentang Ramadhan. Justru sebaliknya, hampir semua televisi justru memberitakan tentang Islam yang berkaitan dengan ekstrimisme atau terorisme.
“Kami memilih jalur yang kontras dari semua itu, ini adalah satu-satunya cara agar suara muslim terwakili di televisi,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Muslim Council of Britain yang mewakili hampir 3 juta muslim di negeri tersebut menyambut positif. "Ini adalah bulan yang sangat khusus bagi muslim dan pengakuan dari media arus utama tidak hanya simbolik atas solidaritas dan kebersamaan tetapi diharapkan juga membantu memberikan gambaran yang lebih realistis mengenai keberadaan Islam dan Muslim”.* Ati Suprihatin - kisuta.com


