Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah
Lembah Jiuzhaigou

Mahakarya Keindahan Alam, Paduan Panorama Ketakjuban

Minggu, 21 Juli 2013

CHINA mempunyai banyak pemandangan alam yang indah dan menjadi tujuan wisata unggulan. Namun, ada satu tempat wisata yang keindahannya seperti terabaikan, yaitu Lembah Jiuzhaigou di Provinsi Sinchuan.

Entah karena kalah populer dengan destinasi wisata lainnya, atau karena selama ini kurang promosi sehingga Lembah Jiuzhaigou yang begitu indah kurang dikenal wisatawan. Beruntung saat ini Pemerintah China mulai gencar mempromosikan objek wisata alam ini, sehingga mulai dikenal oleh wisatawan dan dunia.

Dari beberapa referensi yang diperoleh kisuta.com, Lembah Jiuzhaigou berada di kawasan Taman Nasional Suaka Alam di Provinsi Sinchuan, tepatnya di daerah Nanping, sekitar 450 km arah utara Kota Chengdu. Nama lembah ini diambil dari keberadaan desa yang dihuni suku Tibet di lembah tersebut. Ada sembilan desa suku Tibet yang dalam bahasa Tibet disebut Zitza Degu.

Terbentang dengan luas lebih dari 72.000 ha di bagian utara Provinsi Sichuan, lembah berbatu Jiuzhaigou mencapai tinggi lebih dari 4.800 m dengan kekayaan ekosistem hutan yang beragam. Lanskapnya yang luar biasa sangat menarik dihiasi deretan tanah berbatu kapur yang berbentuk kerucut sempit dan air terjun yang menakjubkan. Sekitar 140 spesies burung juga mendiami lembah ini, serta sejumlah spesies tumbuhan dan hewan yang terancam punah, termasuk panda raksasa dan takin Sichuan.

Seluruh pemandangan di lembah ini diisi oleh sungai dan danau indah yang tertutup oleh pegunungan. Keajaiban alam yang ada di Jiuzhaigou serasa berada di negeri dongeng, karena sangat indah dan menakjubkan. Lembah ini laksana mahakarya keindahan alam yang merupakan perpaduaan danau yang membiru, air terjun, hutan hijau, dan pegunungan yang tertutup salju. Di lembah ini pun masih lestari adat istiadat yang dipertahankan oleh suku bangsa Tibet dan Qiang.

Lembah Jiuzhaigou mencakup area seperti Lembah Shuzheng, Lembah Rize, Lembah Zechawa dan Lembah Zharu. Asal usul Lembah Jiuzhaigou tak lepas dari legenda lokal yang memang masih melekat di kalangan rakyat China. Dikatakan, dahulu kala dewa gunung bernama Dago menyukai Dewi Semo. Sebagai bentuk rasa sukanya, sang dewa memberikan cermin yang terbuat dari angin dan awan. Namun, iblis muncul dan membuat masalah dan secara tidak sengaja, Semo memecahkan cerminnya menjadi 108 bagian. Cermin tersebut jatuh ke bumi dan kemudian membentuk 108 danau berwarna-warni. Inilah salah satu hal mengapa Lembah Jiuzhaigou mempunyai pemandangan indah.

Saat musim dingin, di Lembah Jiuzhaigou turun hujan salju yang sangat menarik. Salju menutup seluruh permukaan lembah, sehingga lembah terlihat berwarna perak dan putih dihiasi bunga-bunga salju. Pemandangan indah musim salju ini biasanya terjadi pada bulan Januari hingga Mei.

Keindahan Lembah Jiuzhaigou memang tak kenal musim, justru setiap musim menghadirkan keindahan yang sangat khas. Saat musim dingin berwarna putih dan berubah menjadi berwarna-warni saat musim panas.* Ati Suprihatin - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya