Menu Daging Domba "Bisa" Diganti Daging Tikus
MELONJAKNYA barang-barang kebutuhan hidup, ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Ini melanda hampir di berbagai negara. Bahkan, kondisi ini terjadi lebih parah di China. Karena mahalnya dan sulitnya mendapatkan barang-barang kebutuhan, banyak pedagang yang nekad "memalsukan" barang-barang kebutuhan itu.
Saat ini praktik pemalsuan itu banyak dilakukan restoran-restoran China. Ramai diberitakan, soal banyaknya produk makanan palsu yang dijual di restoran. Sehingga masyarakat pun dilanda rasa takut saat hendak makan di restoran.
Beberapa restoran di Shanghai bahkan marak menyajikan daging tikus sebagai pengganti menu lezat daging domba. Seperti diberitakan situs weirdasianews.com, bukannya terkejut, warga Shanghai dilaporkan hanya mendesah saat mengetahui daging tikus yang disajikan di restoran sebagai pengganti domba.
Sejak dulu, memang banyak dilaporkan tentang adanya praktik sajian makanan tak sehat dari beberapa restoran di Shanghai. Banyak dari restoran di sana dilaporkan menggunakan minyak dari selokan atau menggunakan air minum yang telah terkontaminasi dengan bangkai babi, yang dibuang di sungai.
Dan secara total, saat ini, sudah ada 63 tersangka telah ditangkap karena menggunakan daging domba palsu dalam produk makanan mereka. Para tersangka bahkan dilaporkan telah meraup banyak keuntungan mencapai minimal US$ 1,5 juta dari praktik kecurangannya.
Sementara itu, pihak polisi tak henti-hentinya memperingatkan masyarakat untuk waspada pada produk daging palsu.
"Untuk domba palsu, mudah untuk memisahkan lemak dari daging merah. Tapi daging domba sungguhan, lemaknya sulit untuk dipisahkan," ujar juru bicara polisi setempat.* das - kisuta.com


