Kamis, 4 Juni 2026
Wisata & Sejarah

Harmoni di Ujung Genteng

Minggu, 28 Juli 2013

MATAHARI masih malu-malu menyinari kawasan Pantai Ujung Genteng. Padahal, jarum jam sudah menunjukkan angka sepuluh. Cahaya­nya belum ­begitu terasa menyengat kulit. Masih terasa hangat di tubuh. Burung-burung laut pun seperti sedang menikmati belaian hangatnya ­mentari ­pagi. Melayang-layang ke sana kemari di langit nan biru. Sebuah harmoni alam yang indah.

Ombak laut yang saling berkejaran pun tampak anggun memecah keheningan pagi di Pantai Ujung Genteng. Pasir putih yang terhampar bak permadani di sepanjang pantai tetap setia digempur gulungan ombak. Begitu eksotis.

Tak berlebihan jika Pantai Ujung Genteng dikategorikan sebagai objek wisata alam yang sangat potensial dan kini menjadi objek wisata favorit para backpacker. Betapa tidak, kawasan Ujung Genteng memiliki segalanya. Alamnya, sangat memanjakan mata. Pantainya selain bening juga masih tampak hijau dan rimbun.

Di sekitar Pantai Ujung Genteng, beberapa spot wisata bisa kita singgahi. Penangkaran penyu hanya berada 6 km dari Ujung Genteng. Pantai Cibuaya, hanya 5 km. Jika masih ada waktu, singgah­lah di ”Tanah Lot” ala Ujung Genteng, lokasinya hanya 12 km dari sana.

Bagi yang senang berpetualang dengan sepeda motor, cobalah untuk menjajal Pantai Ombak Tujuh. Jarak tempuhnya lumayan jauh, sekitar 50 km dari Pantai Ujung Genteng. Medannya sangat menantang adrenalin, apalagi ketika harus melintasi tiga sungai tanpa jembatan di tengah perjalanan. Karena medan perjalanannya melewati hutan dan sungai tanpa jembatan, disarankan untuk memanfaatkan jasa pemandu agar aman dan tak tersesat. ­Tarifnya lumayan mahal, sekitar Rp 200.000 sekali antar.

Bagi pelancong tak bersepeda motor, dapat pula menggunakan jasa sewaan perahu nelayan. Namun, ongkosnya lumayan dapat mengu­ras saku, sekitar Rp 750.000 pergi-­pulang untuk perjalanan Pantai Ujung Genteng hingga Pantai Ombak Tujuh. Pantai Ombak Tujuh terkenal karena ombaknya. Pantai ini ­juga merupakan surga para peselancar, dalam dan luar negeri.

Pantai Ujung Genteng tepatnya berada di Kampung Kalapa Condong, Desa Ujung Genteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Suka­bumi. Jaraknya 234 km dari Bandung dan 140 kilometer dari Kota Sukabumi.

Pesta ikan bakar
Satu demi satu perahu nelayan merapat di Pantai Ujung Genteng. Setelah mengikat pe­rahunya, dengan cekatan ikan tang­kapan diangkut ke pengepul. Setelah ikan ditimbang, lembar­an uang pun berpindah tangan ke ­tangan nelayan.

Nah, setelah ikan di pengepul, wisatawan tinggal bertransaksi. Biasanya, harganya masih bisa ditawar. Ikannya pun beragam, dapat di­pilih sesuai selera. Ada ikan kue, tongkol, ba­wal, kakap me­rah, dan lainnya. Dijamin, ikannya masih sangat segar karena baru ditangkap dari laut.

Setelah ikan di tangan, bawalah ke pondok­an. Mau digoreng atau dibakar dapat dipilih sesuai selera. Biasanya, pondokan selalu menyediakan alat-alat pembakaran dan alat masak lainnya. Rasakan sensasi lain membakar ikan di pinggir pantai.

Jika tak biasa mengurus ikan, mintalah bantuan para pegawai pondokan karena mereka akan senang hati membantu kita. Urusan bumbu, hanya butuh sambal kecap. Sisanya, cukup siapkan sebakul nasi putih yang hangat. Menikmati kuliner ikan segar di pinggir pantai akan memiliki sensasi kelezatan tiada tara.

Itulah salah satu kelebihan berwisata ke Pantai Ujung Genteng. Kita bisa pesta ikan bakar sambil menikmati keelokan pantai. Tertarik mencoba?* Syamsul Bachri - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya