Mengantuk, Oh No!
DUH ngantuknya. Mencolek teman sebelah, lalu bertanya, “Kamu ngantuk gak?” Kadang ada yang menjawab, “Tidak”. Tapi ada juga yang menjawab, “Sama, aku juga ngantuk berat”.
Tentunya kamu pernah merasakan mengantuk saat di kelas kan? Saat dosen memasuki kelas, rasa ngantuk itu datang tanpa ada yang tau siapa yang memanggilnya. Sangat tidak normal apabila ada mahasiswa atau pelajar yang tidak pernah merasakan ngantuk saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Namun menjadi kelainan apabila di setiap pelajaran terus-terusan mengantuk.
Sungguh aneh tapi nyata, rasa ngantuk itu pergi seiring dengan perginya guru meninggalkan kelas. Apakah guru itu yang membawa rasa ngantuk? Entahlah, mungkin itu yang terjadi pada saya.
Bukan hanya pelajar dan mahasiswa yang sering datang tidak tepat waktu untuk mengikuti perkuliahan. Tetapi rasa ngantuk juga datang tidak tepat waktu, datang saat pelajaran di kelas. Berbagai alasan muncul dari mahasiswa saat ngantuk melandanya. Mengerjakan tugas sampai larut malam atau sampai pagi, lelah karena seharian full kuliah dan tidur terlalu nyenyak, guru yang membosankan, materi kuliah yang membosankan, begadang karena nonton bola, nonton drama Korea dan masih banyak lagi.
Menonton drama Korea hingga larut malam tidak mengantuk menonton bola hingga larut malam pun tidak mengantuk. Haruskah dosen di kelas diganti dengan Lee Min Ho atau Lionel Messi?. Mereka mengatakan mengantuk saat di kelas karena bosan kepada dosen atau guru dan pelajaran. Ini adalah indikasi bahwa pelajar dan mahasiswa zaman sekarang lebih suka pembelajaran yang aktif, berjalan dua arah.
Dampak dari mengantuk sudah pasti merugikan. Pelajar dan mahasiswa mengaku tidak bisa konsentrasi saat mengantuk, sehingga mereka ketinggalan pelajaran. Jam yang seharusnya efektif jadi sia-sia karena faktor-faktor penyebab kantuk tadi, semua harus segera dicari penyelesaiannya.
Di sini saya akan berbagi tips agar tidak mengantuk saat pelajaran. bagaimana cara agar masalah mengantuk ini dapat diatasi jika mulai menyerang. Cara-cara ampuh tersebut antara lain.
Pilihlah tempat duduk paling depan, dan teman-teman yang mendukung kamu untuk belajar. Jangan pilih teman yang cenderung mengajak ngobrol.
Melakukan perubahan posisi duduk, baik posisi duduknya atau tempat duduknya. Hindari tempat duduk yang membuat anda aman dari penglihatan orang dan nyaman bagi tubuh anda. Karena hal itu akan mempercepat datangnya sang kantuk.
Duduk tegak, supaya badan lebih siap dan fokus pada aktivitas.
Bertanya saja, jika anda sedang belajar di sekolah atau di kampus dengan berinteraksi langsung dengan pengajar, ngantuk langsung pergi menghilang.
Yang paling mudah adalah berolahraga ringan. Misalnya tepuk tangan, dari lambat ke cepat, kembali lagi, ulangi dua-tiga kali. Dijamin mata langsung terbuka.
Kalau masih tidak berhasil, silakan ijin “ke belakang” sama guru. Jalan-jalan sedikit mungkin bisa mengatasinya. Kalau sudah sampai di toilet, cuci mukamu.
Kita harus bekerja ekstra keras agar pendidikan dapat berlangsung secara “semestinya”. Mengantuk itu tidak salah, tapi itu adalah suatu indikasi ketidakberesan yang ada di sistem pembelajaran yang selama ini kita anut. Saya pribadi, saya lebih suka pembelajaran yang menuntut keaktifan siswa, sehingga kami tidak punya waktu untuk merasa bosan. Belajar di luar kelas juga sepertinya asyik.
Saya juga tidak suka kalau harus mengantuk pada saat pelajaran, karena kepala jadi pusing, dan susah nyambung ke pelajaran. Saya sangat yakin para guru juga tidak terlalu suka melihat murid-muridnya mengantuk di kelas. Karena itu, marilah bersama-sama mewujudkan suasana yang tanpa rasa kantuk.* Wijil Septiandari - kisuta.com
(Penulis adalah Mahasiswa IPSE 2012 FPMIPA – Universitas Pendidikan Indonesia. Tulisan sudah dimuat di Opini UPI)


