Warisan Rezim Bengis yang Jadi Objek Wisata Populer di Kamboja
KEBERADAAN "Monumen Killing Field" merupakan bukti kebiadaban rezim Khmer Merah yang berkuasa di Kamboja pada periode 1975-1979. Karena itu, monumen yang berada di Choeung Ek, Phnom Penh, ini begitu terkenal. Setiap pelancong yang datang ke Phnom Penh, hampir bisa dipastikan mengunjungi monumen ini.
Tak heran, setiap hari monumen yang terletak sekitar 14 kilometer dari Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh itu, dikunjungi banyak pelancong dari berbagai negara. Dalam daftar objek wisata di Phnom Penh, Stupa Killing Field di Choeung Ek pun berada pada urutan pertama,yang menunjukkan kalau monumen tersebut adalah destinasi populer bagi para wisatawan asing.
Untuk memasuki monumen tersebut, pengunjung wajib membeli tiket sehatga 5 dolar AS atau Rp 50.000. Harga ini sudah termasuk audio tour dan kunjungan ke Museum Killing Field. Sementara ongkos Tuk Tuk dari Kota Phnom Penh ke Choeung Ek berkisar 12 dolar AS atau Rp 120 ribu.
Saat ini di stupa Killing Field di Choeung Ek itu tersimpan lebih dari 5.000 tengkorak manusia korban pembantaian rezim Pol Pot (1975-1979). Sementara, berdasarkan data Yale University, selama Khmer Merah berkuasa itu, sedikitnya 1.386.734 korban tewas dieksekusi di Choeung Ek yang dulunya adalah bekas kuburan warga Cina. Tak heran, Pol Pot pun dianggap sebagai Hitler-nya Kamboja.* Icha - kisuta.com


