Ada Pabrik Narkoba di Lapas Narkotika Cipinang
LEMBAGA Pemasyarakatan Narkotika Cipinang benar-benar semakin "memasyarakatkan" narkotika. Masih bergaung berita tentang penyalahgunaan fasilitas Lapas oleh gembong narkoba Freddy Budiman, kembali dikejutkan dengan berita yang lebih menggemparkan: Ditemukan pabrik narkoba di lapas narkotika tersebut.
"Memang apa yang terjadi di Cipinang cukup memalukan," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin di sela-sela open house Hari Raya Idul Fitri 1434 H, Kamis (8/8/13) lusa.
Lapas Cipinang telah menjadi tempat memproduksi narkoba, jenis sabu-sabu dan ekstasi. Ironisnya, Amir melihat langsung peralatan yang digunakan dalam sidak (inspeksi mendadak) yang dilakukan pada Selasa (6/8/13) lalu.
Dikatakan Amir, sidak itu dilakukan setelah ia menerima informasi awal dari Mabes Polri. Informasi itu menyebut adanya aktivitas pembuatan narkoba di Cipinang. Atas informasi itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Lapas Narkotika Cipinang Alisyahbana memerintahkan anak buahnya untuk melakukan penyelidikan. "Ternyata ditemukan barang-barang yang tidak bisa seketika dinyatakan sebagai alat untuk membuat narkoba," kata Amir.
Plt Kalapas Narkotika Cipinang langsung memberitahukan hal itu kepada Amir. Amir memutuskan melihat langsung melalui sidak ke Cipinang. Amir juga berkoordinasi dengan Mabes Polri. Direktur IV Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Arman Depari turut serta dalam sidak itu.
Dalam sidak itu Amir melihat alat-alat seperti yang diinformasikan sebelumnya. Alat-alat itu kemudian diuji oleh Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri. "Disimpulkan itu prekusor yang bisa digunakan sebagai bahan dasar untuk produksi sabu-sabu dan ekstasi," katanya.
Inspektorat Jendral (Itjen) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) langsung melakukan pemeriksaan internal terkait ditemukannya alat-alat pembuatan sabu-sabu itu. Pemeriksaan itu untuk menelusuri keterlibatan petugas Lapas dalam aksi tersebut.
"Tidak ada hal-hal yang kami tutup-tutupi. Demikian juga kepolisian. Pihak kepolisian menjanjikan apapun hasilnya akan disampaikan secara terbuka," kata Menkumham Amir Syamsuddin.* das - kisuta.com


