Ubah Nasib Lewat Permak Wajah dan Garis Tangan
SEBAGIAN orang mempercayai bahwa bentuk wajah sangat berpengaruh terhadap nasib, terutama berkaitan dengan keberuntungan. Salah satu negara yang penduduknya masih mempercayai hal ini, adalah China. Di Negeri Tirai Bambu ini, ada tradisi Mian Xiang, yaitu sebuah ilmu kuno warisan leluhur China tentang teknik membaca wajah. Berdasarkan seni ini, bentuk wajah bisa mengungkapkan masa depan pemiliknya. Tak heran jika kemudian banyak penduduk China ingin mengubah bentuk wajahnya demi mendapatkan masa depan yang cerah.
Di negara ini, banyak orang melakukan operasi plastik bukan untuk mengubah penampilan menjadi cantik atau tampan, tetapi untuk mengubah nasib menjadi lebih baik. Contohnya, pemilik alis mata yang tipis dan kecil berusaha mengubahnya melalui operasi, karena alis mata yang tipis dan kecil menandakan pemiliknya kurang memiliki kekuatan atau daya tahan hidup. Sementara itu, dilansir dari reuters, jika dahi lebar mengisyaratkan orang tersebut cerdas dan bisa mengakses informasi lebih banyak. Sedangkan hidung yang bulat merupakan simbol kekayaan.
Itulah sebabnya, mengapa sebagian orang China melakukan permak wajah supaya bisa mengubah nasib mereka baik di bidang bisnis maupun percintaan. Jangan heran kalau saat ini banyak wanita yang melakukan tato alis. Bukan karena ingin terlihat cantik, namun karena mereka ingin supaya panjang umur, sebab mempunyai alis panjang dipercayai panjang umur.
Selain alis, bagian wajah yang menjadi favorit mereka untuk diubah, adalah hidung. Masyarakat China percaya, bentuk hidung bisa mendongkrak kesuksesan. Mereka berusaha mengubah bentuk hidung menjadi lebih besar, karena hidung besar berarti kesuksesan.
Berbeda dengan di China, di Jepang banyak masyarakatnya yang melakukan operasi garis tangan untuk mengubah nasibnya. Palmistry atau membaca garis tangan, masih dipercaya oleh sebagian besar penduduk Jepang. Mereka pergi ke peramal untuk dibacakan garis hidupnya melalui garis di telapak tangannya.
Karena itu, untuk mengubah garis nasibnya, mereka mendatangi dokter bedah untuk mengubah garis di telapak tangannya yang dipercayai dapat mengubah nasib seseorang menjadi lebih baik.
Melansir news.com.au, ahli bedah Takaaki Matsuoka menuturkan, peningkatan operasi garis tangan di negaranya (Jepang) kian meningkat. Kebanyakan dari pasien, meminta dokter memperpanjang garis asmara dan rezeki di garis tangannya. Untuk operasi plastik tersebut, setiap pasien akan dikenakan biaya sebesar US$1.100 atau Rp 11 juta.
"Proses operasi ini menggunakan laser, sehingga tidak menimbulkan bekas luka," jelas Takaaki.
Operasi telapak tangan memakan waktu 10 sampai 15 menit. Dibutuhkan waktu satu bulan untuk masa penyembuhan.
Setiap pasien yang datang mengunjungi kliniknya, Takaaki sudah dapat menebak apa yang diinginkan pasiennya. Kalau pria yang datang, mereka pasti meminta garis keberhasilan, keberuntungan dan keuangannya diubah. Beda dengan wanita. Mereka justru meminta diperbaiki garis pernikahan dan asmara.* Ati - kisuta.com


