Rabu, 3 Juni 2026
Unik Menarik
Idiiih...

Perampok Rambut Ancam Kaum Hawa

Selasa, 13 Agustus 2013

ANEH-ANEH saja aksi sejumlah perampok di Venezuela ini. Ketika perampok lain masih menjadikan tas, dompet, dan perhiasan menjadi sasaran, mereka justru sudah mengalihkan sasaran perampokan kepada rambut. Iya, rambut wanita yang panjang tergerai menjadi sasaran mereka.

 

Aksi ini ternyata dipicu oleh tren rambut panjang yang sedang mewabah di kalangan wanita di Venezuela. Bagi para wanita berambut pendek yang ingin mempunyai rambut panjang, mereka mendatangi salon-salon kecantikan untuk memasang rambut tambahan (hair extension). Tak heran jika akhirnya permintaan rambut tambahan meningkat hingga 30% dan harganya pun menjadi mahal, sehingga memunculkan ide mencuri rambut wanita untuk dijual ke salon-salon dengan harga mahal. Untuk seikat rambut kualitas bagus bisa dihargai lebih dari Rp3 juta.

Diberitakan Telegraph pekan ini, gerombolan perampok rambut bernama Piranhas berkeliaran di Maracaibo, kota terbesar kedua di Venezuela. Mereka berkeliaran mencari mangsa dan jika sudah dapat, langsung menodongkan senjata pada korbannya. Secepat kilat mereka memotong rambut korbannya menggunakan silet dan langsung kabur meninggalkan korbannya yang terbengong-bengong.

Menanggapi kasus ini, Wali Kota Maracaibo, Eveling de Rosales meminta para wanita Maracaibo untuk berhati-hati. Mereka diminta untuk tidak mengurai rambut panjang mereka atau menguncir kuda karena akan menarik perhatian perampok.

"Sebagai bagian dari operasi kami untuk meningkatkan rasa aman bagi warga, kami akan menempatkan tambahan anggota kepolisian baik pria atau wanita untuk terus mengawasi dan mencegah aksi serupa terulang kembali," kata Rosales.

Untuk memberikan rasa aman kepada para wanita berambut panjang, pemerintah kota bekerja sama dengan kepolisian Maracaibo menambah petugas keamanan terutama di pusat perbelanjaan demi mengantisipasi perampokan rambut.

Sementara itu, seorang penata rambut di Venezuela, Jhonatan Morales mengakui bahwa penggunaan rambut tambahan kini sedang menjadi tren di negara itu. Namun, sejak diketahui adanya aksi perampokan rambut wanita, pihaknya semakin selektif memilih rambut yang ditawarkan. “ Pasar lebih kompetitif sekarang. Kami menilai rambut berdasarkan komposisi warna dan kondisinya. Salon saya tidak pernah membeli dari jalanan karena tidak diketahui asal-usul rambut tersebut," ujarnya.

Ternyata, aksi perampokan rambut wanita ini, tidak hanya terjadi di Venezuela saja, tetapi juga terjadi di Kolumbia, China, dan Afrika Selatan.* Ati - kisuta.com


BAGIKAN

BERI KOMENTAR
masjidraya